Terumbu karang merupakan ekosistem yang memiliki peranan penting dalam suatu perairan, ekosistem ini banyak tersebar di perairan dangkal indonesia. Keberadaan ekosistem terumbu karang pada suatu perairan saat ini mengalami penurunan, sehingga perlu dilakukan pemantauan ekosistem terumbu karang untuk mengetahui distribusi ekosistem terumbu karang tersebut, hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pemulihan ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan. Penginderaan jauh dari satelit merupakan pendekatan alternatif dalam pengamatan terumbu karang tetapi perlu dilakukan validasi dilapangan untuk melihat akurasi dari citra satelit. Pengamatan ini menggunakan data citra satelit Sentinel-2 dengan resolusi 10 meter untuk melihat distribusi terumbu karang di wilayah perairan Pulau Sempu. Pengamatan citra satelit ini menerapkan persamaan algoritma lyzenga untuk mengurangi dampak redaman kolom air secara empiris. Pengamatan yang dilakukan dilapangan diantaranya pengukuran tutupan terumbu karang menggunakan point intercept transect (PIT) dan pengukuran kualitas perairan pada perairan. Hasil validasi data citra satelit sentinel 2 didapatkan nilai akurasi sebesar 70.526%. Kondisi tutupan karang pada Pulau Sempu dikategorikan dalam tutupan karang yang sedang hingga baik yaitu sekitar 26.3% hingga 41% dan kesesuaian parameter kualitas perairan dengan kondisi terumbu karang pada lokasi pegamatan mempunya kesesuaian yang cukup baik. Kata Kunci: Penginderaan Jauh, Pulau Sempu, Sentinel 2, Terumbu Karang
Copyrights © 2019