Kurios
Vol 8, No 2: Oktober 2022

Ritual cepa lingko dan tahun Sabat: Sebuah pemahaman keadilan berladang orang Manggarai

Benediktus Denar (STIPAS St. Sirilus Ruteng - Mahasiswa S3 Teologi STFT Widya Sasana Malang)
Antonius Denny Firmanto (STFT Widya Sasana Malang)



Article Info

Publish Date
27 Oct 2022

Abstract

This article aims to introduce justice in the provisions of the Sabbath year held in the Christian Scripture and its encounter with the cepa lingko ritual in the farming tradition of the Manggarai people, East Nusa Tenggara (NTT). Ethnography is used to collect data for this research, while the data are analyzed and presented using a qualitative approach. This research concludes that the basis of the Sabbath provisions is the creator's will that upholds ecological justice and social justice. The values contained in the requirements of the Sabbath are also essential aspects contained in the cepa lingko ritual, which materializes in the farming tradition of the Manggarai people, NTT. So, there is an authentic encounter between the values of the biblical Sabbath and the traditional Manggarai sabbath, especially in the provisions of the cepa lingko ritual. These values can be essential themes in the inculturation of environmental theology and the theology of social justice, especially among the Manggaraian community, who are predominantly Catholic and still adhere to their ancestors??" traditions and culture.AbstrakArtikel ini bertujuan memperkenalkan aspek keadilan yang terdapat dalam ketentuan tahun sabat yang terdapat dalam Kitab Suci Kristiani dan perjumpaannya dengan ritual cepa lingko dalam tradisi berladang orang Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penelitian ini adalah etnografi, sedangkan data-data dianalisis dan dipaparkan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ketentuan-ketentuan seputar tahun sabat mengerucut pada kehendak pencipta untuk menegakkan keadilan ekologis, sekaligus keadilan sosial. Nilai-nilai yang termaktub dalam ketentuan tahun sabat tersebut juga menjadi aspek penting yang terkandung dalam ritual cepa lingko yang dilaksanakan dalam tradisi berladang orang Manggarai, NTT. Jadi ada perjumpaan otentik antara nilai-nilai sabat alkitabiah dengan sabat tradisional orang Manggarai, khususnya dalam ketentuan ritual cepa lingko. Nilai-nilai ini dapat dijadikan tema-tema penting dalam inkulturasi teologi lingkungan hidup dan teologi keadilan sosial, khususnya di kalangan masyarakat Manggarai yang mayoritas beragama Katolik dan yang secara umum masih memegang teguh tradisi dan budaya leluhur mereka.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

kurios

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences Other

Description

KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa ...