Budidaya jamur merang di Indonesia pada umumnya menggunakan substrat berupa jerami padi namun ketersediaan jerami sangat dipengaruhi oleh musim panen padi, penggunaan media lain perlu dilakukan untuk keberlangsungan budidaya secara kontinyu, maka diperlukan media alternatif lain yang memiliki kualitas bahan terbaik yang minimal sama baiknya dengan jerami padi agar dapat menunjang dalam pertumbuhan dan peningkatan hasil jamur merang. Limbah kapas dan sekam padi yang digunakan sebagai media alternatif diketahui masih mengandung selulosa yang cukup tinggi dan kandungan nutrisi lainnya yang dibutuhkan dalam menunjang pertumbuhan jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari media alternatif yang memberikan hasil tertinggi jamur merang. Percobaan ini dilakukan di kumbung jamur merang Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Maret sampai April 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kali ulangan dan 6 perlakuan yaitu, A (Jerami 100%), B (Kapas 100%), C (Kapas 80% + Sekam padi 20%), D (Kapas 70% + Sekam padi 30%), E (Kapas 60% + Sekam padi 40%), F (Kapas 50% + Sekam padi 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada bobot per buah (g), jumlah badan buah dan bobot total buah jamur merang (kg).
Copyrights © 2022