Pendidikan tidak hanya bertujuan menciptakan seseorang yang berkwalitas danberkarakter sehingga dapat mencapai cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasisecara cepat dan tepat dalam berbagai lingkungan, tetapi juga mendidik, membesarkan danmengembangkan kepribadian anak. Sementara itu, disusunnya mata pelajaran pendidikanbudi pekerti yang diajarkan masih tetap cenderung mengarah pada satu ranah kognitif saja,sehingga perilaku yang menyimpang atau melanggar hukum mulai dari pejabat pemerintahhingga masyarakat bawah, mulai dari soal korupsi, criminal dan kekerasan, tawuran antarpelajar, bullying, melawan guru dan orang tua hingga berbohong dan memfitnah akhirakhirini justru lebih sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Siswa SD N 26 Negerikatonyang seharusnya memiliki nilai-nilai karakter yang religious, disiplin, berbudi pekerti,sopan serta jujur justru semakin menurun. Padahal jika merujuk pada keberhasilanPendidikan Agama dan Budi Pekerti seharusnya hal-hal tersebut dapat diminimalisir.Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dapat membentuk karakter siswa Hindu danpenerapan pendidikan agama Hindu dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter sertaimplikasi dalam membentuk karakter siswa suputra di SD N 26 Negerikaton KabupatenPesawaran. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dapat membentuk karakter siswasuputra di SD N 26 Negerikaton melalui penanaman nilai-nilai agama Hindu dalampembelajaran, pembiasaan serta keteladanan Tri Kaya Parisudha yang dicontohkan olehGuru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Implikasi penerapan Pendidikan AgamaHindu dan Budi Pekerti dapat diamati melalui perilaku dan kebiasaan siswa Hindu yangmencerminkan ajaran Trikaya Parisudha baik dilingkungan sekolah maupun lingkungankeluarga.
Copyrights © 2021