cover
Contact Name
Suyono
Contact Email
jurnalpendidikanagama@gmail.com
Phone
+6285369505802
Journal Mail Official
ssuyono876@gmail.com
Editorial Address
Jl.Gatot Subroto Gg Payakun No 88 Garuntang, Bumi Waras Bandar Lampung, Lampung 35227 085369505802
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama
ISSN : 20865864     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, dan keagamaan serta Kebudayaan.
Articles 58 Documents
Efektifitas Modul Inquiry Based Instructions Pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMA Kelas XI IPA I Nyoman Tri Bayu Tanaya; Suciati; Mariadi
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.189 KB)

Abstract

Abstrak: Hasil belajar memiliki tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik, merupakan bagian peting dari suatu proses pembelajaran untuk mengetahui tingkat tujuan pembelajaran, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas modul berbasis inquiry based instructions pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar Siswa di SMA XI IPA. Penelitian kuasi eksperimen mengunakan pre-test and post-test control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari 36 siswa XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen menggunakan modul dan 36 siswa XI IPA 6 sebagai kelas kontrol mengunakan metode ceramah. Data dikumpulkan mengunakan tehnik tes berupa 30 soal pilihan ganda. Data dianalisis dengan uji t-test mengunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan uji t-test di kelas ekskperimen di peroleh probalitas (p) -7,285 (p<0.05), jadi H0 ditolak. Hasil analisis menunjukan ada perbedaan signifikan antara skor pretest dan postest siswa yang menggunakan modul dengan gain skore sebesar 0,45. Hasil belajar pada kelas kontrol juga meningkat namun tidak sebesar pada kelas eksperimen gain skore sebesar 0,24. Dapat disimpulkan IBI modul meningkatkan hasil belajar Siswa di SMA kelas XI IPA. Kata Kunci: modul, inquiry based instructions, hasil belajar
Penerapan Metode Pembelajaran Agama Hindu Dengan Bercerita Untuk Meningkatkan Minat Dan Prestasi Siswa Ditingkat Yang Berbeda. Nengah Pasek; Ni Gusti Ayu Made Afranti
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.459 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bercerita dalam meningkatkan minat siswa, prestasi siswa, dan untuk mengetahui kelas yang sesuai dengan diterapkanya metode bercerita. Manfaat dari penelitian ini untuk menambah pemahaman dan wawasan bagi guru-guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan melakukan pembelajaran dan pengunaan suatu metode seperti metode bercerita di tingkat pendidikan sekolah dasar pada Pasraman. Penelitian ini menggunakan tindakan kelas melaui tiga siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh diketahui bahwa, penerapan metode bercerita pada materi karma phala dapat meningkatkan minat siswa di tingkat sekolah menengah pertama pasraman Dharma Kerthi di kelas Empat dengan peningkatan nilai rata-rata minat dari nilai 19,26 menjadi 30,93 dan di kelas Lima dengan peningkatan nilai rata-rata minat dari nilai 18.1 menjadi 30,1. Serta peningkatan hasil belajar siswa di kelas Empat dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari nilai 65,47 menjadi 78,67 dan di kelas Lima dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari nilai 63,8 menjadi 75,8. Sesuai dengan uji perbedaan yang dilakukan mengunakan analisis statistik inferensial dengan fungsi t-test: Two-Sample Assuming Equal Variances pada taraf 0,0025 atau 0,005 antara pembelajaran kelas Lima dan Empat menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Jadi metode cerita dengan topik Karma Phala sesuai digunakan pada pembelajaran kelas Lima maupun Empat, karena adanya peningkatan minat dan hasil siswa didua kelas tersebut disetiap siklusnya. Saran dalam peneltian ini bagi pendidik khususnya guru agama Hindu agar dapat melakukan suatu kreatifitas dan inovasi dalam mengajar, karena tidak akan ada peningkatan minat dan hasil siswa apabila siswa hanya diajak untuk mencatat dan membaca buku. Bagi orang tua siswa agar selalu memberikan pemahaman-pemahaman kepada anak didiknya karena orangtua lah yang paling utama dalam menumbuhkan minat siswa untuk belajar dan orang tua untuk dapat memberikan atau meyampaikan cerita-cerita Hindu karena itu juga merupakan suatu pembelajaran yang mernasang minat siswa untuk belajar. Bagi siswa diharapakan untuk dapat menumbuhkan minatnya dalam belajar khususnya mata pelajaran agama Hindu, karena dengan adanya minat belajar akan meningkatkan prestai dalam belajar. Semakin tinggi minat dalam belajar semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai. Kata kunci: metode bercerita, minat, prestasi siswa
Ajaran Tri Kaya Parisudha Sebagai Landasan Pendidikan Nilai Moral Dan Etikadalam Membentuk Karakter Anak Wayan Sukarlinawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.741 KB)

Abstract

Abstrak: Pengembangan pendidikan agama Hindu dilakukan untuk mempersiapkan manusia kualitas Hindu, yang tercermin melalui kemampuan berpikir, berkomunikasi dan berperilaku sesuai dengan identitas agama Hindu yang didasarkan pada konsep ajaran Tri kaya Parisudha. Berpikir, berbicara, melakukan apa yang baik dan benar adalah cerminan dari perilaku moral yang merupakan fenomena universal manusia serta karakteristik yang membedakan manusia dari binatang. Hewan tidak memiliki kesadaran akan hal-hal baik dan buruk, dan tidak dapat diterima, pantas dan tidak pantas dilakukan terutama keharusan moral bahwa hukum haruslah keewajiban manusia untuk melakukan perbuatan baik. Dalam Tri Kaya Parisuda telah mengandung nilai-nilai moral dan etika pendidikan yang sangat dalam, seperti yang diajarkan secara terperinci kepada umat Hindu untuk mengendalikan Dasendria (sepuluh indera) yang terkadang tidak dapat dikendalikan oleh manusia dalam kehidupan ini, sebagai akibat dari meningkatnya kompleksitas objek godaan duniawi selalu merangsang indera manusia. Kata kunci: tri kaya parisudha, pendidikan, karakter
Pemahaman Nilai-Nilai Ajaran Agama Hindu Melalui Media Dharmagita Ni Made Indrayani
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.621 KB)

Abstract

Abstrak: Penghayatan terhadap nilai-nilai Agama Hindu yang bersumber pada kitab suci Weda sangat penting dalam mengatur dan membina kehidupan. Pengamalan ajaran Agama pada masyarakat Hindu etnis bali identik upacara Yadnya. Desa Rama Murti 2 Kecamatan Seputih Raman masyarakatnya Hindu etnis. Memilki tiga tempat ibadah (Pura Puseh, Dalem dan Pura Desa disamping Pura Prajapati). Namaun dalam plekasnaan Yadnya sangat jarang Dharmagita dibawakan, minat generasi muda sangat kurang dalam Dharmagita, pada saat persembahyangan bersama sangat jarang umat yang hadir sehingga dirasa kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangya minat generasi muda dalam belajar berdhamagita, bagai mana dampak Dharmagita terhadap pemehaman nilai-nilai ajaran Agama, serta faktor penghambat dalam pengembangan Dharmagita pada anggota Pesantian Widya Sastra Di desa Rama Murti 2 Kecamatan Seputih Raman. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini digunakan tehnik pengumpulan data angket dan wawancara. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive snowball sampling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif non statistik. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kemempuan daya seni yang dimiliki, keterbatasan keterampilan dan pengetahuan orang tua, lingkungan, dan kemajuan zaman menjadi factor penyebab kurangnya minat generasi muda dalam belajar dharmagita. Dharmagita mengandung nilai-nilai ajaran Agama Hindu meliputi tattwa, susila, dan upacara dan memberikan dampak yang baik pada pemahamn nilai-nilai ajaran Agama Hindu, akan tetapi, keterbatasan tenaga pengajar, waktu dan minimnya sosialisai menjadi faktor penghambat dalam pengembangan Dharmagita pada Pesantia Widya Satra Di Desa Rama Murti 2. Brkaitan dengan hal tersebut maka dirasa perlu adanya pembinaan dharmagita pada generasi muda, mengembangkan dharmagita sebagai media siar Dharma dan pembinaan yang berkelajutan, model serta penyesuaian waktu yang tepat agar lebih optimal Kata Kunci: Nilai-nilai Ajaran Agama Hindu, Media Dharmagita
Analisis Kontribusi Legislator Hindu Terhadap Pendidikan Agama Hindu Di Kabupaten Lampung Tengah Teguh Samiadi; Kadek Dwi Septiana
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.965 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan pendidikan Agama Hindu di Kabupaten Lampung Tengah dalam 5 (lima) tahun terakhir tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal ini dinyatakan oleh tokoh Parisada, ketua adat, guru-guru Agama Hindu, dan hal ini dibenarkan oleh beberapa legislator Hindu yang ada di Kabupaten Lampung Tengah. Faktor penyebab terjadinya situasi dan kondisi tersebut menurut legislator Hindu diakibatkan oleh kurang adanya koordinasi yang baik antara Parisada, ketua adat, guru-guru Agama Hindu, dan mahasiswa Hindu dengan legislator Hindu yang ada di Kabupaten Lampung Tengah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif yang telah peneliti laksanakan selama beberapa bulan yang telah berlalu. Hasil yang diperoleh dalam penelitian berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan 6 (enam) orang legislator Hindu yang merepresentasikan pandangan 9 (sembilan) orang legislator Hindu di Kabupaten Lampung Tengah ditambah dengan keterangan para tokoh Parisada, ketua adat, dan guru-guru Agama Hindu dapat disimpulkan, bahwa dalam 5 (lima) tahun terakhir kontribusi legislator Hindu terhadap pengembangan pendidikan Agama Hindu terutama pengangkatan PNS guru Agama Hindu di wilayah Kabupaten Lampung Tengah dirasakan belum signifikan, walaupun dalam bidang-bidang lain seperti bantuan pembangunan pura, bantuan pembangunan Kantor Parisada, bantuan untuk festival ogoh-ogoh, dan bantuan pengembangan ekonomi kerakyatan telah berhasil dilaksanakan oleh para legislator Hindu yang ada di Kabupaten Lampung Tengah. Kata kunci: Kontribusi legislator Hindu, pendidikan Agama Hindu, Kabupaten Lampung Tengah.
PERANAN MASYARAKAT DALAM MEMAKSIMALKAN FUNGSI PURA SEBAGAI PUSAT KEGIATAN ROHANI DI DESA MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU I Made Sutharjana
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.419 KB)

Abstract

Abstrak: Desa Mataram memiliki tiga buah Pura yaitu Pura Satya Loka, Pura Giri Sutra Mandala dan Pura Sweta Mandala. Keberadaan Pura tersebut belum difungsikan dengan baik oleh umat Hindu yang berada di Desa Mataram. Seharusnya tempat suci (pura) selain digunakan untuk tempat memuja dan memohon tuntunan Hyang Widhi Wasa, juga digunakan sebagai tempat untuk memupuk rasa persatuan dan rasa kekeluargaan antar umat, melakukan kegiatan kerohanian seperti pasraman, melakukan diskusi (dharmatula) dan melantunkan kidung-kidung suci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang fungsi pura sebagai pusat kegiatan rohani dan peranan masyarakat dalam memaksimalkan fungsi pura sebagai pusat kegiatan rohani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif data yang penulis susun berdasarkan teknik analisis mencakup data yang didapat dari menginterprestasikan hasil wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh, diketahui bahwa persepsi masyarakat mengenai fungsi pura adalah pura berfungsi untuk meningkatkan sradha dan bhakti serta pengabdian diri umat Hindu terhadap Hyang Widhi kemudian pura juga dijadikan tempat untuk melakukan pertemuan-pertemuan antar warga kearah pendidikan kemasyarakatan dan kegiatan agama, pura berfungsi untuk melakukan kegiatan kerohanian. Kata kunci : Peranan Masyarakat, Fungsi Pura, Kegiatan Rohani
REVITALISASI NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA UPACARA MANJURUNG SUKMA Suyono
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.483 KB)

Abstract

Abstrak: Upacara Manjurung Sukma merupakan bentuk pelaksanaan ajaran Pitra Yadnya dalam ajaran Panca Yadnya bagi umat Hindu etnis Jawa. Belakangan ini masyarakat Hindu etnis Jawa seakan tidak lagi memperdulikan nilai-nilai ajaran agama yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara Manjurung Sukma. Kajian mengenai pelaksanaan Upacara Manjurung Sukma di Desa Bratasena Adi Warna Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang telah dilaksanakan untuk mengungkap bentuk dan makna pelaksanaan Upacara Manjurung Sukma serta nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan dua teori yaitu teori fungsionalisme structural dan teori nilai. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara (interview), dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Bentuk pelaksanaan Upacara Manjurung Sukma terdiri dari upacara Hari Pertama (Lese), upacara tiga hari (tigang Dinten), Upacara Tujuh hari (Pitong dinten), Upacara empat puluh hari (sekawan doso dinten), upacara 100 hari (satos dinten), upacara satu dan dua tahun (mendhak pisan lan pindo) dan upacara seribu hari (nyewu). 2) Makna yang terkandung dalam Upacara Manjurung Sukma yaitu untuk menyempurnakan atman dari pengaruh unsur Panca Mahabuta dan Tri Sarira. 3) Nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung didalam Upacara Manjurung Sukma terdiri dari nilai Sradha, nilai Etika, nilai Bhakti, dan nilai Tattwa. Makna yang terkandung dalam upacara Manjurung Sukma yaitu untuk menyempurnakan atman dari pengaruh unsur Panca Mahabuta dan penyempurnaan unsur Tri Sarira ke alam Tri Wisesa. Dengan terlepasnya atman dari ikatan unsur Panca Mahabuta dan Tri Sarira maka sang atman dapat menyatu dengan parama atman. Dari Hasil penelitian ini penulis berharap Kepada masyarakat hendaknya mampu melestarikan pelaksanaan Upacara Manjurung Sukma karena Upacara Manjurung Sukma merupakan bentuk pelaksaan ajaran agama Hindu yang bisa dijadikan sebagai sarana berbhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para leluhur. Kepada PHDI hasil penelitian dapat dijadikan acuan dalam pembinaan umat Hindu khususnya etnis Jawa. Kata kunci: Nilai Pendidikan, upacara Majurung Sukma
PERSEPSI BERBAGAI STRATA SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PASRAMAN FORMAL Suyono; Made Veronikawati
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.039 KB)

Abstract

Abstrak, Pasraman formal merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang dibentuk oleh masyarakat yang telah terdaftar pada instansi pemerintah. Keberadaan pasraman Formal penting bagi umat Hindu, karena mampu menunjukkan fungsi keberadaannya sesuai dengan harapan masyarakat. Namun tidak semua daerah dapat melaksanakan program pemerintah tersebut, seperti halnya di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah yang tidak mempunyai Pasraman Formal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi berbagai strata sosial masyarakat yaitu Tokoh Masyarakat dan Masyarakat umum di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah terhadap Pasraman Formal. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data kuesioner/angket. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Disproportionate stratified random sampling yang menggunakan rumus Slovin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif Presentase. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat persepsi baik Tokoh Masyarakat dan Masyarakat umum secara umum tidak berbeda yaitu setuju apabila dibangun Pasraman Formal di Kecamatan Seputih Mataram, kecuali tanggapan dalam hal pembangunan Pasraman Formal dalam lingkup desa Masyarakat umum lebih tinggi dibandingkan dengan Tokoh Masyarakat. Sedangkan tanggapan dalam hal Sumbangan dana, sumbangan material, dan minat anak untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Hindu Tokoh Masyarakat lebih tinggi dibandingkan dengan Masyarakat umum. Kata Kunci: Persepsi, Strata Sosial Masyarakat, Pasraman Formal
PERAN KREATIVITAS MENGAJAR GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMP SE-KECAMATAN PASIR SAKTI Ni Made Indrayani
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.089 KB)

Abstract

Abstrak: Seorang guru harus mengembangkan kreativitasnya pada saat mengajar sebagai upaya pembaharuan proses pembelajaran di sekolah. Kreativitas guru sangat mendukung keberhasilan siswa dalam belajar dan mampu meningkatkan minat belajar siswa pada saat proses pembelajaran. Peserta didik sangat tergantung pada kreativitas guru dalam mengembangkan materi standar dan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kreativitas mengajar guru agama Hindu dalam meningkatkan minat belajar siswa. Serta mengetahui bagaimana peran kreativitas mengajar guru, ketika membimbing, mengarahkan, memotivasi dan mendorong siswa agar didalam mengikuti pembelajaran lebih memiliki minat belajar yang tinggi dan mampu mendapatkan hasil yang memuaskan. Pengambilan data pada penelitian ini adalah melalui penyebaran angket kepada siswa SMP Se-Kecamatan Pasir Sakti, angket yang disebarkan mengenai bagaimana peran kreativitas mengajar guru pada saat mengajar. Dan pengambilan data kedua yaitu melakukan wawancara kepihak guru agama Hindu dan Kepala sekolah. Dari hasil penelitian yang di dapat bahwa seorang guru agama Hindu sangat berperan penting didalam meningkatkan minat belajar siswa. Dengan kreativitas mengajar guru agama Hindu ini, guru pada saat mengajar sudah mampu menggunakan media pembelajaran, mengaplikasikan IT dan strategi pembelajaran yang baik sehingga siswa didalam belajar lebih semangat dan siswa lebih senang mengikuti pembelajaran disekolah. Selain itu pembelajaran guru yang kreatif seperti dengan mengajar dengan menggunakan media, strategi pembelajaran dan ide-ide baru didalam mengajar maka dapat mengaktifkan siswa pada saat belajar dan siswa lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan guru. Peran MGMP (Musyawarah guru mata pelajaran) sangat membantu guru-guru dalam mengembangkan kreativitas guru pada saat mengajar dan menunjang keberhasilan siswa dalam meningkatkan hasil belajar yang akan dicapai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kreativitas mengajar guru sangat berperan penting dalam menunjang keberhasilan siswa dan meningkatkan minat belajar siswa. Kreativitas mengajar guru agama Hindu juga harus lebih memahami bagaimana menjadi guru yang kreatif ketika mengajar dan seorang guru juga harus mampu mengaplikasikan dan memanfaatkan teknologi guna menambah pemahaman guru dalam proses pembelajaran dan meningkatkan minat siswa dalam belajar agama Hindu di SMP Se-Kecamatan Pasir Sakti. Dalam penelitin ini disarankan kepada pihak guru agama Hindu dan pihak kepala sekolah harus mampu mengarahkan dan mendorong siswa untuk memiliki minat belajar yang lebih tinggi dan mampu mencapai hasil yang memuaskan. Kata Kunci : kreativitas mengajar guru dan minat belajar siswa.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN LERARNING CYCLE 5 FASE DENGAN MODEL STUDENTTEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS TERHDAP MINAT BELAJAR SISWA I Nyoman Tri Bayu Tanaya; Tri Jalmo; Berti Yolida
JPA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN AGAMA
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.455 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle 5 Fase dengan STAD terhadap minat belajar siswa. Desain penelitian adalah desain pretes postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIA dan VIIIC yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa deskripsi angket tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle 5 Fase dengan STAD yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa (100 %) memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan model STAD dan 72,68% terhadap model LC 5 Fase. Dengan demikian, model pembelajaran STAD berpengaruh dalam meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Kata kunci : minat belajar, model stad, model lc 5 fase