Jerawat atau acne vulgaris merupakan kelainan berupa peradangan pada lapisan polisebaseus disertai adanya penumpukan dan penyumbatan keratin akibat adanya bakteri, salah satunya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan bahan-bahan alami berpotensi sebagai alternatif bahan aktif untuk pengobatan jerawat. Kulit durian mengandung senyawa antibakteri yaitu flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas nanoemulsi gel ekstrak kulit durian dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Uji yang dilakukan meliputi uji fitokimia, organoleptik, homogenitas, pH dan uji inhibisi bakteri. Karakterisasi yang dilakukan meliputi GCMS, FTIR, dan PSA. Gel nanoemulsi dibuat dengan formulasi minyak dalam air dari ekstrak kulit durian menggunakan teknik mikrofluidisasi. Hasil penelitian menunjukkan metode ekstraksi maserasi kulit durian menghasilkan 49 mL ekstrak dari 40 g sampel, senyawa utama antibakteri dalam ekstrak kulit durian adalah 5-Hydroxymaltol dari golongan flavonoid, teknik mikrofluidisasi dalam sistem emulsi menunjukkan potensi menurunkan droplet nanoemulsi, dan efektivitas nanoemulsi gel kulit durian pada konsentrasi 2g.
Copyrights © 2022