Gatranusantara
Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober

MAKNA SIMBOLIK PADA PAKAIAN ADAT MASYARAKAT SUKU ABUI (ABUI NAMANG) DI KAMPUNG TRADISIONAL TAKPALA DESA LEMBUR BARAT KECAMATAN ALOR TENGAH UTARA KABUPATEN ALOR




Article Info

Publish Date
01 Oct 2022

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan alasan mengapa pakaian adat masih dipertahnkn oleh masyarakat Suku Abui di Kampung Tradisional Takpala Desa Lembur Barat Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor (2) mendeskripsikan makna simbolik yang terkandung dalam pakaian adat masyarakat Suku Abui di Kampung Tradisional Takpala Desa Lembur Barat Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor. Penelitian ini menggunakan metode deskiptif kualitatif yaitu meneliti suatu objek dengan menghimpun, menggambarkan dan menganalisis data dan fakta serta menarik kesimpulan dari data primer maupun data sekunder yang telah diperoleh saat berada di lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah untuk dipahami. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pakaian adat masyarakat Suku Abui di Kampung Tradisional Takpala masih dipertahankan oleh mereka hingga saat ini karena adanya lima alasan utama yang mendasari, yaitu alasan sejarah, alasan religius/kepercayaan, alasan sosial, alasan budaya dan alasan pendidikan. Adapun makna simbolik yang terkaandung dalam keseluruhan pakaian adat masyarakat Suku Abui di Kampung Tradisional Takpala yaitu dimaknai sebagai telah terjad isuatu hal besar atau sedang terjadi suatu hal besar. Adapula makna simbolik dari aksesorisnya yaitu (1) untuk laki-laki: Biak Neng, memiliki makna Kampung Takpala, Sora memiliki makna kekuasaan yang ditandai dengan perang, Ko’ling, memiliki makna pertahanan terhadap musuh, Kamol, memiliki makna menjamu tamu, Kawel/Sapada, memiliki makna kerja keras, Bineng Tuk, Kak, Kafuk, Pet, memiliki makna kekuatan dan kesabaran, Basa, memiliki makna tidak akan lemah dan lapar kemanapun si pengguna pergi (2) untuk perempuan: Kiti-kiti, memiliki makna Kampung Takpala. Pak’ai atau Fulak, memiliki makna menjamu tamu, Seling dan Lasing, memiliki makna semangat persaudaraan, Awering dan Fota, memiliki makna keanggunan kaum perempuan, Kanotang, memiliki makna hubungan yang erat, Fok, memiliki makna kemanapun si pengguna pergi, ia tidak akan merasa lapar. Penulis tertarik dengan pakaian adat Kampung Tradisional Takpala, karena pakaian adat tersebut merupakan salah satu pakaian adat yang cukup terkenal dan banyak peminatnya di Kabupaten Alor. Hal ini dikarenakan Kampung Tradisional Takpala itu sendiri merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Alor yang telah mendunia sehingga menarik cukup banyak pengunjug tiap tahunnya. Para pengujung biasanya sangat antusias mengenakan pakaian adat yang disediakan untuk dapat berfoto ria, tetapi pengunjung pada umumnya tidak mengetahui bahwa ada makna simbolik dibalik pakaian adat yang mereka gunakan sehingga terlihat kurang memaknai akan apa yang mereka kenakan.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JG

Publisher

Subject

Education Environmental Science Other

Description

Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan ...