Sebagai sarana komunikasi, bahasa sangat beragam dan berbeda-beda di setiap wilayah. Bahasa yang digunakan mencerminkan pola pikir penuturnya. Salah satu cara untuk mengetahui perbedaan pola pikir tersebut adalah melalui analisis penataan informasi dalam wacana. Penataan informasi meliputi status informasi (informasi lama dan informasi baru) dan urgensi informasi (informasi penting dan kurang penting). Penelitian ini menggunakan data film Le Grand Voyage ‘Perjalanan Agung’. Metode análisis yang digunakan adalah deskriptif-komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kalimat bahasa Prancis yang mengedepankan pelaku dengan pola IL+IB maka hampir dipastikan pada kalimat terjemahan bahasa Indonesia juga mengedepankan pelaku dengan pola sama, yaitu IL+IB. Akan tetapi apabila pada bahasa Prancis mengedepankan keadaan yang menimpa pengalam, maka pada terjemahan bahasa Indonesia menjadi terbalik yaitu pengalam yang dikedepankan kemudian diikuti oleh keadaan.
Copyrights © 2022