Jurnal Neo Societal
Vol 7, No 4 (2022): Edisi Oktober

GENDER GAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENDUDUK LANJUT USIA DI INDONESIA TAHUN 2020

Galuh Ajeng Pusparini (Universitas Jenderal Soedirman)



Article Info

Publish Date
11 Oct 2022

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia merupakan salah satu dampak dari keberhasilan Pemerintah dalam melaksanakan Pembangunan Nasional.  Penelitian ini bertujuan untuk dapat menggambarkan serta memetakan gender gap kondisi sosial ekonomi antara lansia perempuan dan laki-laki di Indonesia pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dengan menganalisis tabel data yang diambil dari publikasi Badan Pusat Statistik berjudul "Statistik Penduduk Lanjut Usia 2020". Hasil dari penelitian ditemukan adanya gender gap antara lansia laki - laki dan perempuan dengan sex ratio 94 yang berarti dalam 100 penduduk lansia perempuan terdapat 94 lansia laki-laki. Beberapa wilayah dengan gender gap paling tinggi yaitu, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara,  dan DIY. Perbedaan perlakuan akibat adanya budaya patriarki berpengaruh pada keadaan sosial ekonomi lansia perempuan di masa sekarang. Pendidikan yang rendah berdampak pada kualitas pengetahuan lansia perempuan, data BPS menunjukan bahwa 54,56% lansia perempuan tidak tamat SD, sedangkan lansia laki-laki hanya sebesar 37,55%. Rendahnya pendidikan lansia perempuan menjadikan Lansia perempuan memiliki  sosial ekonomi yang lemah dibanding laki – laki. Hal ini dapat terlihat dari upah yang diterima Lansia perempuan berkisar 1.110.000, berbeda dengan Lansia laki-laki sebesar 1.726.000.  Namun demikian gender gap ini bervariasi antar wilayah dimana proporsi lansia perempuan tinggi, di situ terjadi gender gap cenderung tinggi.

Copyrights © 2022