Latar belakang: Picky eater dapat menyebabkan asupan makan tidak mencukupi kebutuhan. Apabila berlangsung lama, maka dapat mempengaruhi status gizi. Berat badan anak dapat menjadi kurang, dan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan: untuk menganalisis hubungan picky eater dengan asupan makan dan status gizi pada anak prasekolah. Metode: Sejumlah 139 anak usia 3-5 tahun dari 12 posyandu di Kota Malang diikutkan dalam penelitian cross-sectional ini menggunakan purpossive sampling. Status picky eater ditentukan berdasarkan Children’s Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ), sedangkan asupan makan (energi, protein, seng) dikumpulkan menggunakan food recall 3x24 jam. Status gizi ditentukan menggunakan parameter BB/U. Perbedaan status gizi pada anak berdasarkan status picky eater dianalisa menggunakan uji Kolmogorov Smirnov, sedangkan perbedaan asupan makan diuji menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Sebanyak 12,2% anak mengalami picky eater dan 1,4% anak mengalami gizi buruk. Tidak ada perbedaan asupan makan dan status gizi pada anak picky eater dengan yang tidak picky eater (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna pada asupan makan dan status gizi antara anak picky eater dengan yang tidak. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan anak picky eater memiliki status gizi yang lebih kurang disbanding anak yang tidak picky eater
Copyrights © 2022