Latar Belakang : Begitu pentingnya memberikan ASI kepada bayi tercermin pada rekomendasi Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) yang menghimbau agar setiap ibu memberikan ASI eksklusif sampai bayinya berusia enam bulan. Persentase jumlah ibu yang memberikan ASI Eksklusif ternyata masih jauh dari target yang diharapkan, bahkan dalam Riskesdes 2013 hanya 30,2% yang berhasil memberikan ASI Eksklusif selama 0-5 bulan. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan oleh bidan terhadap pemberian ASI eksklusif di Wilayah Puskesmas Purwosari Surakarta. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional kuantitatif dan kualitatif. Dilakukan di wilayah Puskesmas Purwosari Surakarta bulan Juni-Agustus 2016. Populasi dan sampel yaitu ibu menyusui yang memiliki anak usia 6 bulan sebanyak 55 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis univariabel dan bivariabel dengan uji statistik Fisher's Exact Test. Hasil : Uij korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara pendidikan kesehatan oleh bidan terhadap pemberian ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Purwosari Surakarta (p = 0,059). Kesimpulan : Secara statistik tidak ada hubungan pendidikan kesehatan oleh bidan terhadap pemberian ASI eksklusif. Harapannya dengan penelitian ini akan menciptakan solusi-solusi terhadap kendala-kendala yang umumnya terjadi dimasyarakat berguna untuk mendukung/ meningkatkan sosialisasi program ASI Eksklusif sehingga hasil sosialisasi program tersebut lebih optimal. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, ASI Eksklusif
Copyrights © 2017