Perilaku adaptif dibutuhkan individu dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satu aspek perilaku adaptif, yaitu kemampuan berbahasa. Individu dengan Down Syndrome, utamanya terhambat dalam kemampuan berbahasa ekspresif. Kami menemukan bahwa SLB ABCD Caringin belum pernah memberikan program untuk meningkatkan kemampuan Bahasa ekspresif anak-anak. Jadi, kami tergerak untuk membuat program ini. Dalam program ini, kami mengajak anak-anak dengan down syndrome (usia 14-19 tahun) untuk melakukan dramatherapy. Metode kuantitatif, empat hari, di SLB ABCD Caringin Kota Bandung. Sebelum dan sesudah program dimulai, kami akan mengukur kemampuan berbahasa ekspresif anak-anak dengan alat ukur buatan kami. Lalu, hasilnya akan dibandingkan. Anak-anak akan melakukan dramatherapy dalam empat situasi: (1) situasi kelas antara guru dan siswa, (2) situasi antara teman di sekolah, (3) situasi sarapan di rumah, dan (4) situasi di masyarakat. Sebelum dramatherapy, anak-anak akan diperlihatkan video-video pendek dan gambar-gambar yang terkait dengan situasi. Hasilnya, kemampuan bahasa ekspresif anak-anak meningkat secara signifikan (Asymp. Sig. (1-tailed) = 0.034) dan selama proses kegiatan, kami menemukan bahwa anak-anak tertarik dengan dramatherapy. Kami juga menemukan bahwa penggunaan video dan gambar membantu.
Copyrights © 2022