Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah teori CMD (Cognitive Moral Development) dari Lawrence Kohlberg bisa menjelaskan perilaku mengelola sampah yang ada pada tiga lokasi penelitian yakni 2 sekolah taman kanak-kanak dan satu panti asuhan khusus anak-anak. Metode penelitian adalah kualitatif, dan informasidiperoleh dari wawancara. Nara sumbernya adalah 1 orang koordinator, 5 orang petugas kebersihan, 1 guru, dan 1 orangtua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral reasoning petugas kebersihan dan anak-anak di panti asuhan masih berada pada level rendah yakni 1. Hal ini karena mereka menyebutkan bahwa pengelolaansampah yang ramah lingkungan adalah perintah dari Kepala Sekolah dan koordinator. Moral reasoning orangtua pada level 2, karena menyelesaikan masalah sampah hanya berdasarkan kepentingannya sendiri. Situasi ini memprihatinkan karena mereka adalah orang dewasa di sekitar anak dan mempunyai pengaruh kuat. Pada umumnya orang dewasa berada pada level 4 atau 5 untuk moral reasoning perilaku peduli pada sampah. Situasi ini menjadi petunjuk bagi sekolah untuk mengadakan semacam diskusi bersama antara guru, orangtua dan siswa dengan topik peduli pada sampah.
Copyrights © 2019