Usia Reproduktif merupakan usia dimana manusia mampu bekerja dan menghasilkan sesuatu dengan kreatifitas yang tinggi. Penduduk usia produktif dengan jumlah besar seharusnya mampu memberikan kontribusi pada pembangunan, akan tetapi di indonesia usia-usia reproduktif banyak yang terancam kesehatannya karena terganggu oleh penyakit tidak menular (PTM) dan perilaku yang tidak sehat. Tujuan pelaksanaan IbM adalahmemberikan pendidikan kesehatan tentang faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dan melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Metode pendekatan yang digunakan pada IbM ini adalah melakukan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan serta dilaksanakan evaluasi dengan metode pre tes dan post tes untuk mengetahui aspek pengetahuan dan pemahaman (knowledge). Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Rerata peningkatan pengetahuan sebesar 32 % hal ini dapat dihitung dengan jalan membandingkan antara nilai rata rata pre tes sebesar 6,30 dan hasil rata-rata post tes sebesar 8,30. Pelakasanaan edukasi penyakit tidak menular (PTM) dalam rangka pelaksanaan Germas mampu meningkatkan pengetahuan kelompok Aisyiyah Ranting Ledug sehingga ibu-ibu kader ‘Aisyiyah Ledug untuk memiliki keinginan mencegah dan mengurangi faktor penyebab terjadinya penyakit tidak menular (PTM) serta memiliki Itikad untuk menginformasikanpengetahuan tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada Keluarga, Kerabat dan Masyarakat.
Copyrights © 2019