Remaja putri mengalami masa pubertas (perubahan dari masa anak-anak menjadi dewasa secara seksual), salahsatunya ditandai dengan menstruasi. Siklus menstruasi terbagi dua, yaitu normal (jarak menstruasi 28-35 hari)dan tidak normal (jarak menstruasi < 28 hari dan > 35 hari). Hasil RISKESDAS 2010 menunjukan sebanyak13,7 % perempuan indonesia dengan usia 10-59 tahun menstruasi tidak teratur dalam setahun terakhir. Remajaputri memiliki peranan penting dalam siklus kehidupan karena pertumbuhan dan perkembangannya andil dalammempersiapkan generasi mendatang. Maka dari itu, kesehatan reproduksinya penting untuk diperhatikan,dimulai dari menciptakan siklus menstruasi yang teratur, yang merupakan salah satu tanda perkembangan sistemreproduksi wanita. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode studiliteratur. Sumber data penelitian menggunakan data sekunder yang didapat dengan melakukan studi literatur darijurnal-jurnal yang sesuai dengan topik penelitian dari tahun 2011-2021 sebanyak 7 jurnal. Berdasarkan hasilliteratur review penulis, disimpulkan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi keteraturan siklus menstruasiremaja diantaranya status gizi, asupan gizi, kecukupan asupan zat gizi makro, tingkat stress, Indeks Masa Tubuh(IMT), kadar HB, dan aktivitas fisik. Disamping itu, diketahui pula bahwa faktor dominan yang menyebabkanketeraturan siklus menstruasi remaja adalah status gizi. Saran bagi remaja, agar dapat menjaga status gizi,asupan gizi, kecukupan asupan zat gizi makro, tingkat stress, Indeks Masa Tubuh (IMT), kadar HB, danaktivitas fisiknya agar dapat mencapai keteraturan dalam siklus menstruasinya.Kata Kunci : Siklus Menstruasi Normal, Siklus Menstruasi Remaja
Copyrights © 2022