PARADIGMA
Vol 4, No 01 (2010): Paradigma, Vol. 04, No.01 Pebruari - Juli 2010

REALITAS REFERENSIAL LABA AKUNTANSI SEBAGAI REFLEKSI KANDUNGAN INFORMASI

Irawati, Ira (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Jul 2010

Abstract

Beragam interpretasi terhadap laba akuntansi, baik akuntan maupun non-akuntan sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, bermuara pada kesimpulan bahwa laba akuntansi menggambarkan dua dunia, yaitu “dunia yang bertubuh” dan “dunia yang tak bertubuh”  meminjam dua istilah yang digunakan oleh Platountuk menyebut realitas yang direpresentasikan oleh pengalaman dan oleh akal pikiran. Immanuel Kant menyebut dua bentuk realitas tersebut dengan istilah fenomena dan nomena. Fenomena adalah pengetahuan manusia yang dibatasi oleh oleh batas-batas pengalaman yang mungkin; sedangkan nomena adalah objek yang tidak diketahui, tetapi hanya dipikirkan dan dipercayai ada. Ketika dunia yang bertubuh (fenomena) dilebur menjadi satu dengan dunia yang tak bertubuh (nomena), sebagai dunia hiperrealitas, yaitu dunia yang di dalamnya sulit untuk dibedakan antara fenomena dan nomena, asli dan palsu, fakta dan fiksi, atau benar dan salah.Jika konsep dan proses akuntansi dalam kondisi yang seharusnya, maka realitas (informasi tentang kejadian keuangan) akan terpantulkan seperti apa adanya secara objektif. Tetapi, jika cerminnya retak, konsep dan proses akuntansi dalam kondisi yang tidak seharusnya, maka realitas keuangan yang direpresentasikan tentu akan menjadi terdis-torsi. Akibatnya, laba akuntansi menjadi identitas yang tidak jelas, meragukan dan kehilangan makna. Kata Kunci : Laba akuntansi

Copyrights © 2010