Kerajinan mendong di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman telah menjadi sebuah produk seni dan hasta karya yang sangat diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, industri kerajinan mendong ada yang diproduksi oleh usaha kecil menengah (UKM) di berbagai desa dan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi ekonomi rumah tangga masyarakat di pedesaan. Terjadinya pandemi sekarang ini pada kerajinan mendong di Desa Sendangsari juga terdampak dengan mengalami penurunan omzet penjualan yang berakibat pada berkurangnya produksi. Pandemi telah menjadikan berkurangnya kunjungan wisatawan ke Desa Sendangsari karena diberlakukannya kebijakan pemerintah yang membatasi mobilitas masyarakat seperti PPKM. Permasalahan lainnya masih kurang responsif pelaku UMKM terhadap perubahan. Hal ini dapat dilihat dari tata kelola perusahaan yang kurang fleksibel dan pemasaran yang kurang ekspansif. Permasalahan terkait tata kelola dan pemasaran dari usaha kerajinan mendong ini akan diselesaikan melalui program KKN-PPM UMY dengan melalui tindakan antara lain: 1) Pengembangan program pemasaran yang komprehensif dan 2) inovasi pemasaran berbasis media online. Hasil yang dicapai adalah tersusunnya model pemasaran yang komprehensif dengan menggunakan berbagai model pemasaran yang dapat menjangkau segmen masyarakat yang diinginkan. Penggunaan model pemasaran ini dapat meningkatkan dan menggairahkan kembali UMKM untuk bangkit menggunakan model pemasaran yang terbarukan
Copyrights © 2022