Kapal ikan yang digunakan nelayan di wilayah Jatipurwo, mayoritas masih menggunakan kapal ikan tipe tradisional. Desain kapal ikan yang dibuat pengrajin di Jatipurwo, masih menggunakan cara kearifan budaya lokal, sehingga memungkinkan terjadinya beberapa perbedaan karakteristik teknis dalam tinjauan akademiknya. Dalam penelitian yang dilakukan, dimulai dengan pencarian data di Jatipurwo dengan melakukan wawancara dan melakukan pengukuran untuk data kapal. Selanjutnya, data tersebut diinput menggunakan aplikasi perangkat lunak Maxsurf Modeller lalu dilakukan analisa dari segi teknis meliputi hambatan, stabilitas, olah gerak kapal menggunakan software Maxsurf Resistance, Maxsurf Stability, dan Maxsurf Motion. Dari hasil penelitian ini, kapal ikan Tradisional Jatipurwo 3 GT yang dianalisis dapat melaju pada kecepatan 7 knot dan hambatan total sebesar 2,8 kN. Nilai stabilitas dilihat dari hasilnya, masih memenuhi kriteria standar IMO. Nilai olah gerak yang dihasilkan masih memenuhi standar Tello. Pada kecepatan 0 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 0⁰ dan 180⁰ sebesar 0.313 deg, , rolling terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ yaitu 0,85 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 0⁰ yaitu 0,54 deg. Pada kecepatan 7 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ dan 180⁰ yaitu 0,314 deg, rolling terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ yaitu 0,85 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 180⁰ yaitu 0,54 deg .
Copyrights © 2023