Dr. Eng. Hartono Yudo, ST.MT.
Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Teknis Kapal Ikan Tradisional Jatipurwo Bentuk Lambung Monohull 7,86 Meter Hafidz Affan Ash-Shafly; Dr. Eng. Hartono Yudo, ST.MT.; Ocid Mursid, ST, MT
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan yang digunakan nelayan di wilayah Jatipurwo, mayoritas masih menggunakan kapal ikan tipe tradisional. Desain kapal ikan yang dibuat pengrajin di Jatipurwo, masih menggunakan cara kearifan budaya lokal, sehingga memungkinkan terjadinya beberapa perbedaan karakteristik teknis dalam tinjauan akademiknya. Dalam penelitian yang dilakukan, dimulai dengan pencarian data di Jatipurwo dengan melakukan wawancara dan melakukan pengukuran untuk data kapal. Selanjutnya, data tersebut diinput menggunakan aplikasi perangkat lunak Maxsurf Modeller lalu dilakukan analisa dari segi teknis meliputi hambatan, stabilitas, olah gerak kapal menggunakan software Maxsurf Resistance, Maxsurf Stability, dan Maxsurf Motion. Dari hasil penelitian ini, kapal ikan Tradisional Jatipurwo 3 GT yang dianalisis dapat melaju pada kecepatan 7 knot dan hambatan total sebesar 2,8 kN. Nilai stabilitas dilihat dari hasilnya, masih memenuhi kriteria standar IMO. Nilai olah gerak yang dihasilkan masih memenuhi standar Tello. Pada kecepatan 0 knot, heaving terbesar terjadi pada  wave heading 0⁰ dan 180⁰ sebesar 0.313 deg, , rolling terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ yaitu 0,85 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 0⁰ yaitu 0,54 deg. Pada kecepatan 7 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ dan 180⁰ yaitu 0,314 deg, rolling terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ yaitu 0,85 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 180⁰ yaitu 0,54 deg .
Analisa Perancangan dan Analisa Prototype Foldable Hovercraft “Mini Strada” Menggunakan Software Cfd untuk Matching dengan 2 Mesin Gx200 sebagai Penggerak Utama Heri Setiawan; Dr. Eng. Hartono Yudo, ST.MT.; Dr. Eng Deddy Chrismianto, ST, MT
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Foldable hovercraft adalah salah satu jenis hovercraft yang berukuran kecil (1-2 penumpang) dan bisa dibongkar-pasang agar mudah dalam perawatan dan tidak memakan tempat saat dibawa bepergian. Dari jenisnya yang dapat dibongkar-pasang hovercraft ini digunakan untuk kebutuhan hiburan. Penulis merancang desain foldable hovercraft dengan spesifikasi bobot muatan 1 orang, jenis body rangka bisa dipreteli dan skirt bag terpisah, hovercraft ditenagai 2x mesin honda Gx200 dengan konfigurasi pararel yaitu mesin menggerakkan ducted fan untuk mensuplai sistem angkat (lifter) dan sistem dorong (thruster) secara bersamaan. Perancangan didasarkan dari pengoptimalan matching mesin GX200 dan kipas penggerak utama dalam torsi dan rpm. Perancangan, perhitungan dan simulasi dibantu software Autodesk Autocad, Autodesk Inventor,Autodesk CFD. Output dari perancangan adalah data umum: berat total 120 kg, material kerangka pipa alumunium, material ducted propeller dari fiber composit, material skirt dari terpal. Data performa adalah: tinggi angkat skirt sebesar 7,33 mm @2000 rpm, output thrust maksimal sebesar 31,88 N @4000 rpm, percepatan maksimal hovercraft 0,265 m/s2 @4000 rpm, dan kecepatan maksimal hovercraft 20,32 km/jam @4000 rpm.
Analisa Kinerja Kapal Tradisional Nelayan Demak 6,32 Meter Menggunakan Maxsurf Tri Winarto; Dr. Eng. Hartono Yudo, ST.MT.; Ocid Mursid, ST, MT
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal tradisional nelayan Demak atau sering disebut kapal Sopek masih dibuat dengan metode warisan turun-temurun tanpa terpengaruh teori bangunan kapal modern. Pengrajin kapal tersebut masih menggunakan kearifan budaya lokal dengan acuan panjang lunas dalam penentuan besar kapal yang dibuat tanpa kajian dari ilmu akademik. Akibatnya perhitungan GT berbeda-beda pada ukuran yang sama. Sehingga diperlukan pendekatan akademik melalui analisa hambatan kapal, stabilitas kapal, dan olah gerak kapal. Sebelum dianalisa juga dilakukan pengumpulan data berdasar data ukuran yang sudah ada untuk dimasukkan  dalam perangkat lunak Maxsurf Modeller sehingga diperoleh model kapal yang diuji pada perangkat lunak Maxsurf Resistance, Maxsurf Stability, serta Maxsurf Motion. Kapal Sopek 0,47 GT dengan mesin Dong Feng S1115 TT daya 24 HP dapat melaju pada kecepatan 8 knot dengan hambatan total 2,1 kN. Nilai GZ yang dihasilkan pada uji stabilitas kondisi I-IV masih memenuhi standar IMO. Nilai seakeeping pada tinggi gelombang 1,25 meter lebih besar daripada tinggi gelombang 0,75 meter namun masih memenuhi standar Tello. Pada kecepatan 0 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 00, 450, 900, 1350, 1800 yaitu 0,066 m/s2, rolling terbesar terjadi pada wave heading 900 yaitu 0,55 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 00 yaitu 0,43 deg. Pada kecepatan 8 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 1800 yaitu 0,149 m/s2, rolling terbesar terjadi pada wave heading 1350 yaitu 0,67 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 00 yaitu 0,93 deg. Kapal ini layak pakai berdasar standar IMO dan standar Tello.