Daerah wisata Gua Pindul merupakan destinasi wisata di daerah Yogyakarta yang banyak diminati para wisatawan karena keunikan yang dimilikinya. Berdasarkan geologi lokal daerah Gua Pindul terletak pada Zona Pegunungan Selatan tepatnya Formasi Wonosari yang didominasi oleh batugamping berlapis. Sehingga permasalahan yang umumnya terjadi pada daerah wisata Gua Pindul terutama berada di kawasan karst, sering terjadi peristiwa amblesan tanah akibat pelarutan oleh air. Melalui hal tersebut menjadi dasar penelitian yang dilakukan pada daerah Gua Pindul, untuk dapat mengidentifikasi zona rawan amblesan dengan menggunakan metode mikrotremor. Penelitian dilakukan di daerah wisata Gua Pindul, dengan luas kavling penelitian 1,5 x 1,5 km dengan 25 titik pengukuran mikrotremor. Berdasarkan interpretasi parameter HVSR dan Ground Shear Strain, dihasilkan besar nilai Kerentanan Tanah (Kg) sebesar 10 – 5,5, nilai Peak Ground Acceleration (PGA) sebesar 31 – 22 gal, dan nilai Ground Shear Strain (γ) sebesar 0,31 – 0,17. Hasil interpretasi, diidentifikasikan bahwa pada daerah penelitian rawan terjadinnya zona amblesan tanah pada daerah timur peta. Perlu adanya perhatian lebih dalam mitigasi bencana amblesan tanah, karena dampak yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap aspek sosial, lingkungan, bahkan ekonomi pada daerah wisata Gua Pindul.
Copyrights © 2022