Peserta didik memiliki tingkat penalaran matematis yang berbeda, terutama ketika mereka harus berhadapan dengan soal Matematika pada level HOTS. Salah satu jenis soal level HOTS yaitu soal model TIMSS. Karakteristik soal TIMSS mencakup kemampuan menganalisa (analyze), menggeneralisasi (generalize), mengintegrasi (integrade), memberikan alasan (justify), memecahkan soal non-rutin (solve nonrutine problems), dan mengevaluasi hasil (evaluate). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesalahan siswa dalam mengerjakan soal TIMSS pada domain penalaran. Metode penelitian ini yaitu menggunakan research desain dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik tingkat SMP berjumlah 3 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh siswa masih kurang teliti dalam penyelesaian permasalahan yang diberikan, kurang mampu membaca dan memahami soal serta tergesa-gesa dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan sehingga semua subjek masih melakukan kesalahan sesuai dengan indikator yang ditetapkan.
Copyrights © 2022