Pada sistem komunikasi baik analog maupun digital, suatu sistem komunikasi memerlukan proses modulasi. Modulasi merupakan proses pengkodean informasi dari sumber pesan menggunakan cara yang sesuai dengan proses transmisi. Hal ini dilakukan agar sinyal informasi dapat dikirimkan dan diterima dengan baik di penerima. Pada teknologi 4G LTE terdapat 3 jenis modulasi yang digunakan yaitu Quadrature Phase Shift Keying (QPSK), 16-Quadrature Amplitude Modulation (16-QAM), dan 64-Quadrature Amplitude Modulation (64-QAM). Modulasi tersebut akan berpengaruh terhadap data rate yang diterima di pelanggan. Pelanggan akan menerima data rate yang optimal, jika pelanggan mendapatkan modulasi 64-QAM. Akan tetapi, tidak semua pelanggan bisa mendapatkan kondisi 64-QAM. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi tipe modulasi yang dapat diterima oleh pelanggan, salah satunya adalah level sinyal yang diterima oleh pelanggan. Pada penelitian ini, penelitian dilakukan di area Kota Cimahi yaitu area sekitar site Puri Fajar Cibeber. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa tipe modulasi QPSK selalu mendukung untuk disemua kondisi level sinyal baik level sinyal yang bagus yaitu RSRP > -90 dBm dan SINR > 0 dB maupun kondisi level sinyal yang kurang bagus yaitu RSRP < -90 dBm dan SINR < 0 dB. Sedangkan untuk tipe modulasi 64-QAM sebanyak 40,4% didapat jika kondisi level sinyal RSRP-nya berada di atas -90 dBm.
Copyrights © 2022