Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi Bhagavad-gῑtā terhadap resiliensi dan kemampuan strategi koping. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbentuk skala Likert. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Kriteria subjek penelitian adalah sudah memiliki pengalaman membaca Bhagavad-gῑtā minimal 1 tahun dan berusia 20-55 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengetahui kemampuan resiliensi subjek dalam penelitian ini adalah ConnorDavidson Resilience Scale 10 (CD-RISC 10). Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan antara frekuensi dan motif dalam membaca Bhagavad-gῑtā terhadap resiliensi dan kemampuan strategi koping yang tepat bagi para pembaca kitab suci ini. Untuk mengetahui strategi koping, peneliti menggunakan skala berdasarkan aspek problem-focused coping dan emotion-focused coping dengan nilai reliabilitas sebesar 0.6. Uji hipotesis menggunakan analisis kovarian atau ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif dan frekuensi dalam membaca Bhagavad-gῑtā secara bersamaan berperan terhadap resiliensi. Kemampuan resiliensi dipengaruhi sebesar 41.5% oleh motif (keinginan dari dalam diri sendiri untuk membaca) dan frekuensi membaca Bhagavad-gῑtā. Selain itu, strategi koping juga bernilai signifikan bagi para pembaca Bhagavad-gῑtā. Resiliensi dan strategi koping secara bersamaan memiliki peran besar bagi individu untuk bertahan dan mencari jalan keluar di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19.
Copyrights © 2022