Latar Belakang Penelitian meneliti fenomena implementasi kebijakan BLUD Puskesmas tentang mekanisme pengangkatan pegawai BLUD di Kabupaten Garut. Dengan fleksibilitas BLUD dapat menjadi solusi bagi Puskesmas, namun disisi lain terjadi permasalahan yang menghambat implementasi kebijakan BLUD. Tujuan memperoleh data dari informan yang digunakan untuk menganalisis implementasi kebijakan BLUD tentang mekanisme pengangkatan pegawai BLUD di Puskesmas Sekabupaten Garut. Metode penelitian kualitatif deskripsi. Dilakukan terhadap 7 informan. Analisis data menggunakan teori dari Milles dan Huberman, analisis situasi menggunakan analisis SWOT. Hasil, implementasi kebijakan BLUD tentang mekanisme pengangkatan pegawai BLUD di Kabupaten Garut dalam kondisi di kuadran 3 (mendukung strategi berbalik). Dari empat aspek yaitu komunikasi belum efektif, sumber daya belum optimal, sikap dan komitmen berbeda-beda dari pelaksana kebijakan dan struktur birokrasi tidak optimal sehingga terjadi fragmentasi. Namun memiliki potensi yang kuat atas pengaruh dari luar terutama kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah daerah. Berdasarkan matrik IE, berada dalam sel II, yaitu kondisi tumbuh dan berkembang. Kesimpulan proses komunikasi dalam implementasi kebijakan BLUD belum efektif, adanya kesenjangan antara rencana kebutuhan dan kondisi faktual di Puskesmas, sikap pelaksana kebijakan beragam dan adanya pertentangan regulasi menyebabkan struktur birokrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ada beberapa upaya yang sudah dilaksanakan. Situasi dalam kondisi tumbuh dan berkembang, dengan strategi minimalisis kelemahan dan memaksimalkan peluang
Copyrights © 2022