Jurnal KaLIBRASI : Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri
Vol. 2 No. 1 (2019): KaLIBRASI March 2019

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL MELALUI PENJUALAN TEBASAN DAN NONTEBASAN DALAM BUDI DAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) DI KABUPATEN CIREBON – JAWA BARAT

Chifayah Astuti dan Vivi Lusia (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2019

Abstract

Wilayah di Indonesia yang merupakan  sentra produksi bawang merah salah satu diantaranya adalah Kabupaten Cirebon dengan produksi 14.976 ton tahun 2014 (BKP5K, 2015) atau menyumbang produksi 1,21% dari total produksi bawang merah nasional 1.233.984 ton tahun 2014 (Ditjen Hortikultura Kementan, 2015). Namun keadaan tersebut masih belum memberikan penghasilan pendapatan yang  wajar bagi petani disebabkan  modal yang tinggi, juga fluktuasi harga jual produk  yang sulit diprediksi petani karena  adanya permainan harga oleh para pedagang yang cenderung dominan menguasai harga pasar. Hal tersebut berakibat  sekitar 80% petani melakukan jalan pintas dengan menjual produknya secara tebasan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui profil sosio-demografis petani responden gabungan  menjual tebasan dan  non tebasan; (2) Mengetahui struktur komponen biaya tunai dalam sistem produksi bawang merah; (3) Mengetahui selisih pendapatan dan perbandingan pengembalian (return) penjualan tebasan dan non tebasan. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah kemandirian petani responden untuk  menghasilkan bibit berkualitas dengan penangkaran benih. Untuk menetapkan lokasi penelitian   menggunakan   metode dengan  pendekatan “purposive” atau langsung berdasarkan kriteria target sasaran produksi bawang merah di Kabupaten Cirebon pada periode musim tanam tahun 2017. Kegiatan penelitian diawali dengan  prasurvei/survei non formal pada  instansi terkait lingkup Kabupaten Cirebon. Lebih lanjut kumpulan informasi hasil prasurvei digunakan sebagai acuan untuk menyusun daftar pertanyaan atau kuesioner survei formal. Penetapan  petani responden atau sampel menggunakan pendekatan dengan teori Gay et al (1992) yang menyebutkan bahwa besarnya sampel minimal 10 % dari jumlah populasi bilamana pupulasi terlalu kecil (N < 60), maka jumlah sempel minimal adalah 20% , dan  teknik pemilihan sampel menggunakan pendekatan “stratified random sampling”Kata kunci : Bawang merah, tebasan non tebasan, pendapatan.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Control & Systems Engineering Engineering Environmental Science Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Architecture Engineering: Theory, History, Architecture Design, Architecture Science and Technology, Architecture and Urban Design, Home and Housing Architecture, Interior and Exterior Design. Civil Engineering: Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, ...