Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL MELALUI PENJUALAN TEBASAN DAN NONTEBASAN DALAM BUDI DAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) DI KABUPATEN CIREBON – JAWA BARAT Chifayah Astuti dan Vivi Lusia
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 2 No. 1 (2019): KaLIBRASI March 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.294 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v13i0.461

Abstract

Wilayah di Indonesia yang merupakan  sentra produksi bawang merah salah satu diantaranya adalah Kabupaten Cirebon dengan produksi 14.976 ton tahun 2014 (BKP5K, 2015) atau menyumbang produksi 1,21% dari total produksi bawang merah nasional 1.233.984 ton tahun 2014 (Ditjen Hortikultura Kementan, 2015). Namun keadaan tersebut masih belum memberikan penghasilan pendapatan yang  wajar bagi petani disebabkan  modal yang tinggi, juga fluktuasi harga jual produk  yang sulit diprediksi petani karena  adanya permainan harga oleh para pedagang yang cenderung dominan menguasai harga pasar. Hal tersebut berakibat  sekitar 80% petani melakukan jalan pintas dengan menjual produknya secara tebasan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui profil sosio-demografis petani responden gabungan  menjual tebasan dan  non tebasan; (2) Mengetahui struktur komponen biaya tunai dalam sistem produksi bawang merah; (3) Mengetahui selisih pendapatan dan perbandingan pengembalian (return) penjualan tebasan dan non tebasan. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah kemandirian petani responden untuk  menghasilkan bibit berkualitas dengan penangkaran benih. Untuk menetapkan lokasi penelitian   menggunakan   metode dengan  pendekatan “purposive” atau langsung berdasarkan kriteria target sasaran produksi bawang merah di Kabupaten Cirebon pada periode musim tanam tahun 2017. Kegiatan penelitian diawali dengan  prasurvei/survei non formal pada  instansi terkait lingkup Kabupaten Cirebon. Lebih lanjut kumpulan informasi hasil prasurvei digunakan sebagai acuan untuk menyusun daftar pertanyaan atau kuesioner survei formal. Penetapan  petani responden atau sampel menggunakan pendekatan dengan teori Gay et al (1992) yang menyebutkan bahwa besarnya sampel minimal 10 % dari jumlah populasi bilamana pupulasi terlalu kecil (N < 60), maka jumlah sempel minimal adalah 20% , dan  teknik pemilihan sampel menggunakan pendekatan “stratified random sampling”Kata kunci : Bawang merah, tebasan non tebasan, pendapatan.