kelas 8I melalui konseling kelompok pendekatan realita. Populasi dalam penelitian ini adalah 31 siswa kelas 8I SMP N 3 Petarukan di Kabupaten Pemalang. Nomophobia siswa kelas 8I termasuk dalam kategori tinggi. Namun dari 16 siswa yang termasuk kategori tinggi, peneliti hanya mengambil 8 siswa untuk dijadikan sample penelitian. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala nomophobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomophobia dapat dikurangi dengan konseling realita. Hal ini dibuktikan dari 8 siswa yang mengikuti layanan konseling kelompok realita pada siklus I terdapat 5 siswa yang mengalami penurunan dari kategori tinggi ke kategori sedang pada perilaku nomophobia. Artinya 62,5% siswa yang mengikuti layanan konseling kelompok realita pada siklus I berhasil menurunkan nomophobia, sedangkan pada siklus II dari 8 siswa yang mengikuti layanan konseling kelompok terdapat 7 siswa yang mengalami penurunan dari kategori tinggi menjadi kategori rendah. Artinya 87,5% siswa yang mengikuti konseling kelompok pada siklus II berhasil menurunkan nomophobia. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menganggap konseling kelompok realita sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam menurunkan nomophobia siswa.
Copyrights © 2022