Di masyarakat banyak ditemukan anak yang memiliki tubuh kurus (wasting) dan pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usianya (stunting) disebabkan kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti konsumsi nutrisi berkualitas rendah, penyakit infeksi berulang, dan faktor keluarga. Faktor pendidikan, pekerjaan dan sarana informasi merupakan penyebab ibu memiliki pengetahuan yang kurang terkait dengan kondisi stunting pada balita. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional menilai pemahaman ibu muda dan bagaimana pemberian ASI ekslusif dan makanan pendamping ASI untuk mencegah munculnya stunting pada anak. Penelitian ini dilakukan di Klinik Banjaran Medika dari Februari sampai April 2022 dengan kriteria ibu muda usia 18-25 tahun dan memiliki anak usia 12-24 bulan. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan pemahaman ibu muda terhadap pentingnya pemberian ASI dan MPASI yang tepat dalam mencegah stunting. Yang memiliki awalnya nilai ratarata 40,68 menjadi nilai rata-rata 48.18. Penelitian ini juga menunjukan bahwa dalam melakukan pemberian MP-ASI 38 peserta telah mampu memberikan dengan tepat, di mana awalnya hanya 28 peserta. Penelitian ini dapat menambah wawasan masyarakat pentingnya pemberian ASI dan MPASI yang tepat agar pertumbuhan anak terhindar dari stunting. Selain itu perlunya pengetahuan orang tua tentang penting membuat MP-ASI yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya untuk terhindar dari kejadian stunting.
Copyrights © 2022