Di Indonesia, tiap tahunnya leunca mengalami peningkatan produksi, akan tetapi kualitas leunca yang dihasilkan belumlah merata. Salah satunya dikarenakan leunca merupakan buah yang non-climacteric, yaitu sayuran yang tidak akan matang setelah dipetik, Mendeteksi dan mengidentifikasi tingkat kematangan sayuran leunca pada umumnya dilakukan dengan pengecekan fisik (bentuk dan warna). Artinya, pendeteksian masih dilakukan secara manual oleh manusia. Tentunya hal tersebut menjadi suatu kelemahan, karena identifikasi secara manual sangat dipengaruhi oleh subjektivitas manusia yang memetik buah tersebut, sehingga proses pengidentifikasian masih tergolong tidak konsisten. Karena itulah, dibutuhkan adanya suatu sistem yang dapat menganalisis citra leunca dan mengidentifikasi tingkat kematangan sayur tersebut secara otomatis dengan cepat juga akurat.
Copyrights © 2022