Tebu merupakan salah satu penghasil gula, salah satu kebutuhan pokok masyarakat sebagai sumber kalori. Gula yang dihasilkan oleh tebu merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Industri gula berbasis tebu secara umum di Indonesia sangat bergantung pada pasokan bahan baku tebu yang sebagian besar masih mengandalkan tebu rakyat. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah pada bulan April sampai bulan Juli 2017 dengan metode Simple Random Sampling (sampel acak sederhana). Pemilihan lokasi secara purposive (sengaja), sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara langsung dengan responden menggunakan questioner. Analisis R/C Ratio dan Return on Investment (ROI). Hipotesis yang dapat diambil yaitu, diduga usahatani tebu rakyat varietas Bululawang menguntungkan, diduga usahatani tebu rakyat varietas Bululawang layak untuk diusahakan. Dari hasil analisis diperoleh rata-rata biaya total usahatani tebu rakyat varietas Bululawang dalam satu kali proses produksi sebesar Rp25.645.385,00 per hektar. Sedangkan rata-rata penerimaan sebesar Rp51.978.365,00 per hektar dan rata-rata pendapatan sebesar Rp26.332.981,00 per hektar. Nilai R/C Ratio yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebesar 2,03 sedangkan nilai ROI-nya sebesar 1,03 sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah: Usahatani tebu rakyat varietas Bululawang di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora menguntungkan dan usahatani tebu rakyat varietas Bululawang di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora layak untuk diusahakan.
Copyrights © 2018