Penduduk Indonesia adalah termasuk penduduk yang heterogen. Maka dari itu Indonesia banyak sekali macam jumlah pendapatan, pekerjaan, dan status sosial. Dari sekian banyak macam jumlah pendapatan, pekerjaan, dan status sosial. Maka hal tersebut juga mempengaruhi kebutuhan individu. Khususnya kebutuhan pokok, yaitu beras. Beras adalah bahan makanan pokok rumah tangga yang dikonsumsi oleh hampir 90% penduduk Indonesia yang mengandung nilai gizi lebih baik dibandingkan dengan bahan pokok lainnya. Setiap 100 gram beras giling mengandung energi 360 kkal dan menghasilkan 6 gram protein. Beras dijual dalam bentuk kemasan dan eceran. Faktor pembelian beras kemasan dapat ditentukan oleh perbedaan jumlah pendapatan, jenis pekerjaan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis pengaruh pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga terhadap keputusan pembelian beras Terate. Manfaat penelitian adalah sebagai ilmu tambahan berupa pengetahuan, pemahaman, dan wawasan tentang perilaku dalam kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian beras Terate. Bagi mahasiswa dapat menjadi acuan dan referensi untuk penelitian yang selanjutnya. Sedangkan kerangka pemikiran penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian beras Terate mempunyai empat faktor sebagai variabel X, yaitu: pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga. Empat variabel tersebut dianalisis dengan regresi linier berganda dengan keputusan pembelian sebagai variabel Y. Dari hasil tersebut dapat diketahui tingkat kepercayaan konsumen terhadap pembelian beras Terate. Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) faktor pendapatan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian beras Terate. 2) faktor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian beras Terate. 3) faktor pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian beras Terate. 4) faktor jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian beras Terate. Agar dalam penelitian ini tidak menimbulkan salah tafsir maka dibuatlah batasan-batasan masalah, yaitu: konsumen yang diteliti adalah konsumen yang mengkonsumsi beras Terate, konsumen beras Terate yang berada di wilayah Kecamatan Bojonegoro Berdasarkan kesimpulan tersebut penulis menyarankan untuk menambah variabel diluar pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga. Selain itu dapat menambah alat uji yang lain untuk penelitian yang selanjutnya.
Copyrights © 2018