Penelitian ini dilakukan untuk memahami dan menganalisis ketakutan siswa untuk berbicara bahasa Inggris, terutama di SMA NEGERI 1 Siantar (kelas sepuluh). Dari sudut pandang para siswa, investigasi ini akan secara khusus menentukan elemen yang dapat memicu rasa takut saat berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini menerapkan paradigma studi kasus menggunakan metodologi kualitatif. Para peserta dipilih dari antara tiga puluh siswa. Sebuah survei digunakan untuk mengumpulkan materi. Sesuai temuan penelitian, berbicara bahasa Inggris di kelas X IPA 4 di SMA NEGERI 1 Siantar paling didorong oleh sentimen malu siswa. Ini menggambarkan bahwa kekhawatiran siswa tentang berbicara bahasa Inggris paling kuat dipengaruhi oleh ketidaknyamanan. Selain itu, ketakutan akan kegagalan memiliki peringkat terendah dari semua variabel yang menentukan kecemasan siswa saat berbicara bahasa Inggris. Berdasarkan itu, para peneliti dapat mengungkapkan bahwa segi paling besar adalah stres untuk membuat kesalahan.
Copyrights © 2022