Perencanaan dan manajemen waktu adalah kemampuan kognitif yang penting bagi individu agar mereka mampu menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik. Pengukuran dua kemampuan ini penting karena akan digunakan proses identifikasi individu yang memiliki kesulitan belajar seperti ADHD atau disleksia. Selain itu, hasil pengukuran juga bisa dipakai untuk mendeteksi tenaga kerja unggul yang memiliki kemampuan lebih dalam perencanaan dan manajemen waktu. Pengukuran kedua kemampuan kognitif ini rawan terjadi practice effect yaitu meningkatnya skor pengukuran yang diakibatkan karena peserta uji mampu menghafal jawaban asesmen. Sehingga, studi ini mengusulkan pengembangan algoritma untuk membuat alternate form secara otomatis. Alternate form dipakai untuk mengurangi practice effect dan membantu dalam skenario pengukuran yang resiko kebocoran materi asesmennya tinggi. Untuk kebutuhan generasi alternate form, dapat digunakan algoritma procedural content generation. Tetapi, algoritma procedural content generation yang umum tidak sesuai dengan konteks pengukuran manajemen waktu dan perencanaan. Ketidaksesuaian ini terletak pada tidak konsistennya materi asesmen yang dibuat, terutama dalam menjamin skor maksimal tiap soal. Algoritma yang diusulkan dalam studi ini mampu membuat materi asesmen yang konsisten. Kemudian hasil ukur yang diperoleh dalam pengujian menggunakan alternate form yang digenerasi dinilai cukup stabil.
Copyrights © 2022