Kurikulum 2013 memberikan sebagian besar layanan bimbingan dan konseling kepada layanan profesional siswa sebagai hasil dari semangat kurikulum, Dalam kurikulum 2013, bimbingan dan konseling bukan merupakan bagian dari struktur kurikulum 2013. Hal ini, karena bimbingan dan konseling bukanlah mata pelajaran yang dikuasi siswa, melainkan tindakan administratif atau manajemen untuk menjadikan “masalah” siswa sebagai miliknya. Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang dilaksanakan guru BK dilapangan, ditemukan bahwa Guru Bk masih saja mengalami hambatan dalam kinerjanya di dalam implementasi kurikulum 2013.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang sangat berpengaruh dalam kinerja guru BK terhadap implementasi kurikulum 2013 di SMPN 3 Medan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dimana penulis lebih berfokus pada mendeskripsikan suatu kejadian atau fenomena yang diperoleh dilapangan sesuai dengan topik permasalahan. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti yaitu sarana prasaran yang disediakan untuk guru BK di SMPN 3 Medan sangat minim sehingga menyulitkan guru BK dalam memberikan layanan kepada siswa, tidak ada nya ruang khusus konseling sehingga konseling tidak berjalan maksimal
Copyrights © 2022