Metode parafin merupakan cara pembuatan preparat permanen dengan menggunakan parafin sebagai media embedding pada organ yang relatif berukuran kecil dan lunak yang diiris dengan ketebalan kurang lebih 6-8 mikron. Sampel yang keras seperti ranting perlu dilakukan proses pelunakan terlebih dahulu agar bagian organ tersebut dapat dipotong dengan mikrotom putar. Penggunaan asam nitrat sudah digunakan pada beberapa penelitian diantaranya untuk melunakkan tulang pipa tikus. Organ ranting Bougainvillea yang keras direndam dalam asam nitrat selama 24 jam pada konsentrasi 0%, 10%, 15%, dan 20%. Tujuan penelitian menguji kemampuan asam nitrat pada berbagai konsentrasi dalam melunakkan organ ranting Bougainvillea dan mengevaluasi irisan dan hasil preparat. Tahapan dalam pembuatan preparat awetan metode parafin adalah: pengambilan organ, fiksasi, perlakuan perendaman asam nitrat selama 24 jam, pencucian (washing), dehidrasi, penjernihan (clearing), infiltrasi, embedding, pengirisan (sectioning), penempelan (affixing) dan pewarnaan (staining). Pita parafin pada perlakuan asam nitrat 0% hampir seluruh bagian preparat pecah, diikuti pada perlakuan 10% dan 15% masing-masing kurang dari setengah sampai seperempat bagian pecah, sedangkan pada perlakuan 20% preparat relatif utuh. Preparat yang sudah diwarnai dengan safranin 1% pada perlakuan perendaman asam nitrat 20% relatif utuh, hanya sebagian kecil (kurang dari 5%) pada bagian kulit kayu dan empulur tidak utuh. Kesimpulan dari penelitian ini penggunaan asam nitrat 20% dapat digunakan untuk melunakkan ranting Bougainvillea pada metode parafin.
Copyrights © 2022