This paper aims to discuss the issues of singularity, resistance, and alternatives chosen by the subject to fight against the empire contained in Matt Ross's Captain Fantastic movie. The analysis was carried out using the visual analysis method through the stages of taking notes and selecting dialogues between the characters to then be elaborated through literature study. Based on the use of Antonio Negri's perspective, the results of the analysis found that there was rejection of the homogeneity and capitalistic global order formed by the empire. This then gave rise to a singularity with independent human subjectivity. The subjectivity begins with the family structure to resist the all-materialistic and consumerismstic life order. Resistance takes place through a pattern of life and education in the form of a combination of the traditional and the modern as an alternative to dealing with empire. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai persoalan singularitas, resistansi, dan alternatif yang dipilih oleh subjek untuk melakukan perlawanan terhadap empire yang terdapat dalam film Captain Fantastic garapan Matt Ross. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisis visual melalui tahapan mencatat serta menyeleksi dialog antartokoh untuk kemudian dielaborasi melalui studi kepustakaan. Berdasarkan penggunaan perspektif Antonio Negri, hasil analisis menemukan bahwa terdapat penolakan terhadap homogenitas dan tatanan global yang kapitalistik bentukan empire. Hal itu kemudian memunculkan singularitas dengan subjektivitas manusia yang merdeka. Subjektivitas tersebut diawali dari tatanan keluarga untuk melakukan resistansi terhadap tatanan kehidupan yang serba materielistisk dan konsumerismetik. Resistansi berlangsung melalui pola kehidupan dan pendidikan yang berupa perpaduan antara yang tradisional dengan yang modern sebagai alternatif untuk menghadapi empire.
Copyrights © 2022