Kajian ini bertujuan mengesplorasi pemikiran Amina Wadud yang mengusulkan bahwa para mufassir tempo dulu ada ketidak objektifan dalam menginterpretasikan ayat-ayat yang berkaitan dengan gender, hal itu dapat dilihat dari produk tafsir yang ada sebelumnya kebanyakan di interpretasikan dari sudut pandang kaum laki-laki saja. Oleh karena itu, Wadud ingin menawarkan metode interpretasi yang lebih komprehensif dan holistik yang disebutnya dengan metode pendekatan hermeneutik tauhid. Melalui pendekatannya tersebut Wadud mencoba menginterpretasikan ulang teks keagamaan yang menghubungkan gender dengan menyerap prinsip mengkontekstualisasi pemahaman Al-Qur'an dibandingkan mentekstualisasikannya. Sedangkan untuk mendapatkan keholistikannya , AminaWadud menawarkan pendekatan empat dalam interpretasinya: 1) menemukan harus berdasarkan analisis filologi yaitu analisis melalui kajian linguistik kata-kata yang ada dalam Al-Qur'an. 2) menemukan secara tematik dengan mengumpulkan ayat-ayat berdasarkan tema pembahasan baik dalam segi hukum ataupun secara lafadz agar mengarahkan pada kenyamanan dalam pengertian. 3) menemukan melalui sosial atau konteks ayat sehingga bisa benar-benar dipahami secara benar antara teks yang akan di tafsirkan dengan konteks yang ada. 4) menemukan dengan analisis perspektif perempuan.
Copyrights © 2022