Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN AMINA WADUD TENTANG PENDEKATAN HERMENEUTIKA UNTUK GERAKAN GENDER Muhammad Amin Fathih; Fikri Alfadani
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i2.4295

Abstract

Kajian ini bertujuan mengesplorasi pemikiran Amina Wadud yang mengusulkan bahwa para mufassir tempo dulu ada ketidak objektifan dalam menginterpretasikan ayat-ayat yang berkaitan dengan gender, hal itu dapat dilihat dari produk tafsir yang ada sebelumnya kebanyakan di interpretasikan dari sudut pandang kaum laki-laki saja. Oleh karena itu, Wadud ingin menawarkan metode interpretasi yang lebih komprehensif dan holistik yang disebutnya dengan metode pendekatan hermeneutik tauhid. Melalui pendekatannya tersebut Wadud mencoba menginterpretasikan ulang teks keagamaan yang menghubungkan gender dengan menyerap prinsip mengkontekstualisasi pemahaman Al-Qur'an dibandingkan mentekstualisasikannya. Sedangkan untuk mendapatkan keholistikannya , AminaWadud menawarkan pendekatan empat dalam interpretasinya: 1) menemukan harus berdasarkan analisis filologi yaitu analisis melalui kajian linguistik kata-kata yang ada dalam Al-Qur'an. 2) menemukan secara tematik dengan mengumpulkan ayat-ayat berdasarkan tema pembahasan baik dalam segi hukum ataupun secara lafadz agar mengarahkan pada kenyamanan dalam pengertian. 3) menemukan melalui sosial atau konteks ayat sehingga bisa benar-benar dipahami secara benar antara teks yang akan di tafsirkan dengan konteks yang ada. 4) menemukan dengan analisis perspektif perempuan.
Rekonstruksi Paradigma Integratif Ekonomi Syari’ah Kontemporer dalam Perspektif Maqashid al-Syari’ah Anggita Maghfirotul Ismanudin; Muhammad Zainulloh; Muhammad Amin Fathih
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9046

Abstract

The development of contemporary Islamic economics demonstrates significant growth both institutionally and regulatorily. However, amid this expansion, criticism has emerged that Islamic economics tends to be trapped within a formal-legalistic approach that emphasizes legal compliance, while the dimensions of ethics and social justice have not been adequately integrated. This article aims to reconstruct the paradigm of contemporary Islamic economics through a conceptual analysis that integrates normative texts, Islamic ethics, and social realities within the framework of maqāṣid al-sharī‘ah. This study employs a qualitative approach, specifically library research, combined with a conceptual approach through the analysis of contemporary Islamic economics and Islamic studies literature. The findings indicate that the dominance of the formal-legal paradigm has led to the marginalization of Islamic ethics and weakened the transformative capacity of Islamic economics. Furthermore, there exists a tension between the idealism of Islamic normative texts, which are oriented toward justice, and the reality of Islamic economic practices, which tend to be less inclusive. This article proposes a reconstruction of an integrative Islamic economics paradigm that positions Islamic economics as both an ethical system and a social practice oriented toward public welfare (maṣlaḥah). Within this integrative paradigm, Islamic economics is understood not merely as a system of legal compliance, but as an instrument of social transformation that is responsive to contemporary challenges.