Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ataupun dampak pemanfaatan Candi Borobudur sebelum, selama ataupun sesudah pandemi Covid-19 merebak. Candi Borobudur ditutup sementara untuk kunjungan umum dan langkah - langkah diambil untuk pengendalian pemanfaatan. Pemanfaatan Cagar Budaya adalah pendayagunaan Cagar Budaya untuk kepentingan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertahankan kelestariannya baik seara fisik maupun marwah atau nilai. Pemanfaatan Candi Borobudur sebagai warisan dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, bersifat dinamis selaras dengan perkembangan zaman dan teknologi. Hal tersebut berpotensi memiliki dampak positif maupun negatif, baik langsung maupun tidak langsung terhadap Candi Borobudur. Pemanfatatan Candi Borobudur sebagai objek dan tujuan wisata yang bersifat mass tourism berpotensi membawa dampak negatif pada fisik Candi Borobudur antara lain keausan tangga dan lantai karena gesekan alas kaki pengunjung serta vandalisme. Dampak negatif pemanfaatan lainnya seperti dari event besar yang dapat terukur seperti getaran suara ataupun gesekan tekanan kaki pengunjung. Namun ada juga dampak yang tidak bisa terukur, tetapi menggunakan standar etika atau kepantasan Candi Borobudur sebagai tempat yang sakral. Pada saat pandemi Covid-19 pemanfaatan di Candi Borobudur ditutup sementara untuk memutus rantai pandemi. Hal tersebut justru membawa dampak positif bagi Candi Borobudur dan menjadi momentum pemerintah untuk mengambil kebijakan terhadap kelestarian Candi Borobudur dengan penerapan kebijakan agar kunjungan berkualitas antara lain dengan pembatasan jumlah kuota kunjungan, pengunjung wajib didampingi pemandu yang kompeten, penggunaan alas kaki (Upanat) serta pendistribusian pengunjung ke kawasan.
Copyrights © 2022