Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Analisis Interaksi Obat Pada Peresepan Obat Hipertensi dan Diabetes Melitus di Puskesmas Kabupaten Karawang Periode Januari – Juni 2021

Alfina Devianti (University of Singaperbangsa Karawang)
Indah Laily Hilmi (Program Studi Farmasi Universitas Singaperbangsa Karawang)
Marsah Rahmawati Utami (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2022

Abstract

Pendahuluan: Interaksi obat adalah suatu interaksi yang terjadi ketika efek suatu obat berubah efeknya karena obat lain. Pasien dengan diagnosis hipertensi memerlukan satu atau lebih obat untuk tercapainya tekanan darah yang normal, sama dengan pasien dengan diagnosis diabetes melitus memerlukan obat dengan monoterapi atau kombinasi untuk mencapai target kadar gula darah yang normal di dalam tubuh. Penggunaan obat tunggal maupun kombinasi dapat menimbulkan terjadinya interaksi obat. Dampak yang mungkin terjadi jika terdapat potensi interaksi obat antara lain adalah penurunan efek terapi, peningkatan toksisitas atau efek farmakologis yang tidak diharapkan. Tujuan: Menganalisis profil berupa data observasi penggunaan obat antihipertensi dan diabetes melitus  serta menganalisis interaksi obat yang terjadi pada pasien hipertensi dan diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data retrospektif berupa data resep selama 6 bulan periode Januari – Juni 2021. Lokasi puskesmas yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya Puskesmas Lemah Abang, Puskesmas Majalaya dan Puskesmas Rawamerta. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan literatur medscape. Hasil: Hasil menunjukan bahwa terjadinya pontensi interaksi obat pada tiga Puskesmas di Kabupaten Karawang dengan presentase 19% dengan tingkat keparahan paling banyak adalah moderate pada tiap diagnosis penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Kesimpulan: Interaksi obat masih sering terjadi di Puskesmas Kabupaten Karawang, dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan antara lain menurunkan efikasi terapi obat, meningkatkan toksisitas, dan menimbulkan efek farmakologis yang dapat membahayakan pasien. Ketika seorang pasien mengambil dua atau lebih obat sekaligus, peran farmasis di butuhkan untuk membantu dengan memberikan pelayanan informasi obat mengenai potensi interaksi obat dan efek samping.Kata kunci: puskesmas, resep, interaksi obat

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember. ...