Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Interaksi Obat Pada Peresepan Obat Hipertensi dan Diabetes Melitus di Puskesmas Kabupaten Karawang Periode Januari – Juni 2021 Alfina Devianti; Indah Laily Hilmi; Marsah Rahmawati Utami
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i4.2406

Abstract

Pendahuluan: Interaksi obat adalah suatu interaksi yang terjadi ketika efek suatu obat berubah efeknya karena obat lain. Pasien dengan diagnosis hipertensi memerlukan satu atau lebih obat untuk tercapainya tekanan darah yang normal, sama dengan pasien dengan diagnosis diabetes melitus memerlukan obat dengan monoterapi atau kombinasi untuk mencapai target kadar gula darah yang normal di dalam tubuh. Penggunaan obat tunggal maupun kombinasi dapat menimbulkan terjadinya interaksi obat. Dampak yang mungkin terjadi jika terdapat potensi interaksi obat antara lain adalah penurunan efek terapi, peningkatan toksisitas atau efek farmakologis yang tidak diharapkan. Tujuan: Menganalisis profil berupa data observasi penggunaan obat antihipertensi dan diabetes melitus  serta menganalisis interaksi obat yang terjadi pada pasien hipertensi dan diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data retrospektif berupa data resep selama 6 bulan periode Januari – Juni 2021. Lokasi puskesmas yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya Puskesmas Lemah Abang, Puskesmas Majalaya dan Puskesmas Rawamerta. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan literatur medscape. Hasil: Hasil menunjukan bahwa terjadinya pontensi interaksi obat pada tiga Puskesmas di Kabupaten Karawang dengan presentase 19% dengan tingkat keparahan paling banyak adalah moderate pada tiap diagnosis penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Kesimpulan: Interaksi obat masih sering terjadi di Puskesmas Kabupaten Karawang, dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan antara lain menurunkan efikasi terapi obat, meningkatkan toksisitas, dan menimbulkan efek farmakologis yang dapat membahayakan pasien. Ketika seorang pasien mengambil dua atau lebih obat sekaligus, peran farmasis di butuhkan untuk membantu dengan memberikan pelayanan informasi obat mengenai potensi interaksi obat dan efek samping.Kata kunci: puskesmas, resep, interaksi obat