Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)
CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030

PROFIL SENYAWA FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTI-HIPERKOLESTEROLEMIA INFUSA DAUN MELINJO SECARA IN VIVO

Yesi Muliyana (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibrahimy, Situbondo)
Siti Nurrosyidah (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibrahimy, Situbondo)
Hariyanto Susanto (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibrahimy, Situbondo)
Dewi Ratih Tirto Sari (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibrahimy, Situbondo)



Article Info

Publish Date
09 Nov 2022

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kondisi peningkatan kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, yakni 200 mg/dL. Pemanfaatan daun melinjo saat ini hanya digunakan sebagai sayur mayur dengan tingkat preverensi yang rendah dan manfaat biologis daun melinjo belum banyak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa fitokimia secara kualitatif dan menguji aktivitas infusa dun melinjo sebagai anti hiperkolesterol secara in vivo. Metode uji dilakukan dengan pembuatan infusa, skrining senyawa fitokimia, pembuatan hewan model hiperkolesterol, dan perlakuan infusa daun melinjo pada mencit balb/c hiperkolesterol selama tujuh hari. Skrining senyawa fitokimia secara kualitatif menunjukkan bahwa infusa daun melinjo mengandung alkaloid, saponin, tannin, dan flavonoid. Induksi hiperkolesterol pada 15 mencit balb/c menunjukkan peningkatan kadar kolesterol secara signifikan hingga >200 mg/dL dengan pemberian kuning telur bebek selama 7 hari dengan dosis 1,56 mg/Kg BB. Pemberian infusa daun melinjo secara oral pada ketiga konsentrasi infusa (10%, 15%, dan 20%) menunjukkan penurunan kadar kolesterol total secara signifikan (p<0.05). dosis infusa optimum dalam menurunkan kolesterol yaitu 20%. Penelitian ini disimpulkan bahwa infusa daun melinjo efektif menurunkan kolesterol total pada mencit model hiperkolesterolemia dengan dosis optimum yaitu 20% dengan perlakuan pemberian selama 7 hari. 

Copyrights © 2022