Banyaknya limbah kulit singkong yang merupakan sisa dari pengolahan singkong keju di IRT Kelurahan Balearjosari Kota Malang merupakan salah satu penyebab permasalahan lingkungan. Akan tetapi limbah tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan pupuk organik dan merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan zero waste. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pendampingan, kemudian adanya bantuan alat sealer untuk pengemasan pupuk, serta membuatkan desain label. Penyuluhan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengertian dan manfaat pupuk organik, kemudian pendampingan dalam pembuatan pupuk organik dari bahan baku limbah kulit singkong, yang ditambahkan dengan aktivator Effective Microorganism 4 (EM4), gula pasir, dan juga air. Setelah pupuk organik jadi, bau fermentasi hilang menjadi bau seperti tanah dan berwarna hitam. Kemudian tekstur hasil cacahan kulit singkong juga lebih lentur. Kualitas fisik kompos yang memenuhi syarat kriteria SNI 19-7030- 2004, yaitu memiliki bau seperti tanah dan warna kehitaman yang terbentuk akibat pengaruh bahan organik yang sudah stabil. Untuk pengemasan pupuk organik dan pemasaran produk, tim pengabdian masyarakat memberikan alat yang berupa sealer press.
Copyrights © 2022