Penulis menelusuri ide "fear of freedom" dari filosof Paulo Freire yang berbicara melalui bukunya yang berjudul Pedagogy of the Oppressed. Metode yang penulis gunakan adalah metode wawancara melalui 5 siswa dan 1 guru kelas yang berada di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya yang berada di Kasongan. Wawancara tersebut penulis olah menjadi padatan faktual, kategori dan tema. Penulis kemudian memilah transkrip wawancara yang sesuai dengan penekanan dalam manuskrip ini. Penulis menemukan meskipun pendidikan sudah mengarah pada pembebasan siswa/i dalam mengemukakan pendapat dan bereksplorasi, namun masih ada yang tetap takut, gugup, grogi dan bahkan diam ketika dilontarkan pertanyaan oleh fasilitator. Selain itu, penulis menemukan partisipatif sekaligus empati guru meskipun siswa/i diambang ketakutan dengan konsisten mendampingi siswa/i untuk mengangkat kepercayaan diri dari subjek didik.
Copyrights © 2022