Selama masa pandemik, siswa melakukan pembelajaran secara daring (online). Kesempatan untuk tatap muka bergaul bersama teman-teman sebaya, bertemu dan mengenal para guru menjadi sangat terbatas padahal masa remaja merupakan masa transisi menuju masa dewasa dengan tuntutan yang semakin bertambah. Dengan kemampuan kognitif yang semakin berkembang, remaja memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya sebagai upaya mengembangkan identitas diri termasuk dalam merancang masa depan. Kondisi pandemik menyulitkan Guru BK untuk memantau kondisi siswa termasuk kondisi kesehatan jiwanya, kecuali bila menimbulkan masalah akademik (misal: tidak masuk sekolah, nilai yang buruk). Program komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang dilakukan PPKS meningkatkan pengetahuan Guru BK dalam mendeteksi masalah kesehatan jiwa remaja sejak dini dan untuk mengenali bakat dan minat remaja. Aplikasi sistem perencanaan karir (SICAKAR) dan aplikasi kesehatan jiwa GALAW yang dikembangkan oleh Universitas YARSI juga disosialisasikan untuk membantu memantau kondisi siswa secara daring.
Copyrights © 2021