Pemanfaatan biokompos dan bioaktivator yang mengandung Trichoderma sp. berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 sampai Agustus 2022 menggunakan metode eksperimental dengan percobaan di lapangan (Desa Gerung Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor. Petak Utama adalah aplikasi bioaktivator (B) tediri dari dua aras : B0 = Tanpa Bioaktivator; B1 = Dengan bioaktivator (300 Kg/Ha atau 150 Gr/petak atau 5 Gr/lubang tanam).Anak petak adalah Dosis Biokompos (D) terdiri dari 6 aras : D0 = Tanpa pemberian biokompos, D1 = 5 Kg/petak (10 ton/Ha), D2 = 7,5 Kg/petak (15 ton/Ha), D3 = 10 Kg/petak (20 ton/Ha), D4 = 12,5 Kg/petak (25 ton/Ha), D5 = 15 Kg/petak (30 ton/Ha), Perlakuan merupakan kombinasi antara aplikasi bioaktivator dengan dosis biokompos yang diulang sebanyak tiga (3) kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis biokompos 30 ton/ha mampu meningkatkan tinggi tanaman, Bobot tongkol, dan berat biji jagung
Copyrights © 2022