Cedera Anterior Cruciatum Ligament (ACL) adalah cedera lutut yang sering dialami oleh atlet olahraga sepak bola, basket, bola voli, dan futsal. Cidera ACL dapat ditangani melalui rekontruksi ACL. Problematika yang sering muncul pasca rekontruksi ACL adalah penurunan kekuatan otot, sehingga diperlukan terapi rehabilitasi melalui latihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan Isometric Exercise dengan Straight Leg Raising Exercise Dalam Meningkatan Kekuatan Otot Quadriceps Kasus Post Anterior Cruciatum Ligament Rekontruksi Fase 1. Desain penelitian Quasi Exsperimental Designs dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design menggunakan populasi pasien post rekontruksi ACL fase I yang melakukan kontrol di Bali Royal Hospital yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 20 orang yang dibagi menjadi 10 orang pada masing-masing kelompok. Pengukuran kekuatan otot quadriceps menggunakan manual muscle testing (MMT). Data dianalisis dengan SPSS dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney test. Hasil penelitian didapatkan nilai p=0,004 pada pada kelompok intervensi isometric exercise dan p=0,004 pada kelompok intervensi straight leg raising exercise. Hasil Mann Whitney test didapatkan nilai p=0,312. tidak ada perbedaan yang signifikan antara Isometric exercise dengan Straight leg raising exercise dalam meningkatkan kekuatan otot quadriceps kasus post anterior cruciatum ligament rekontruksi fase 1.
Copyrights © 2022