Kegawatdaruratan dapat terjadi dimana saja salah satunya di sekolah, cedera yang sering terjadi adalah fraktur. Fraktur merupakan terputusnya kontuinitas tulang yang dapat menimbulkan gejala yang umum seperti nyeri atau rasa sakit, pembengkakan dan kelainan bentuk tubuh. Prevalensi tingkat nasional untuk kasus fraktur sebanyak 8,2% sedangkan angka kejadian di Jawa Tengah sebanyak 16,7%. Kompilkasi dapat dicegah dengan pengetahuan dan keterampilan pembidaian tentang pertolongan pertama cedera fraktur ektremitas atas yang diketahui oleh korban atau penolong. Mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama cedera fraktur ekstremitas atas terhadap pengetahuan dan keterampilan pembidaian siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan one grup pretest dan posttest design. Sampel pada penelitian kali ini adalah siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto dengan jumlah 50 responden dengan teknik purposive sampling pada bulan juni 2022. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner pengetahuan dan keterampilan dengan pengolahan data SPSS. Skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas atas dengan metode pembidaian menggunakan media audio visual yaitu 7,62 ± 2,948 dan sesudah yaitu 10,06 ± 2,113 dengan P-value 0,01 (<0,05). Sedangkan skor keterampilan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas atas dengan metode pembidaian menggunakan media audio visual yaitu 10,38 ± 4,213 dan sesudah yaitu 12,88 ± 2,537 dengan P-value 0,01 (<0,05). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas atas dengan metode pembidaian menggunakan media audio visual.
Copyrights © 2022