Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Audio Visual (Video) pada Ibu terhadap Pengetahuan Penanganan Tersedak Balita Mulyani, Indri; Fitriana, Nurul Fatwati
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 8, No 2 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmu.v8i2.885

Abstract

Choking can result in death if handled inappropriately. The accuracy of handling is based on sufficient knowledge. Lack of knowledge for mothers who have toddlers in handling choking results in mothers under five still wrongly handling choking. To find out the effect of providing education using audio visual (video) to housewives on the knowledge of toddler choking handling, to find out differences in maternal knowledge before and after it is done education using audio visual (video). This study used a pre-experimental design technique with a one group pre-test-post-test design approach. Data collection using a questionnaire and data analysis using the Wilcoxon test. The results showed that the average value of knowledge obtained by 69 respondents before being given audio-visual education (video) was 15.06, with a minimum value of 6 to a maximum of 19, and after being given audio-visual education (video) was 18.00, with a minimum value. 12 maximum 21. The results of bivariate analysis using the Wilcoxon test obtained p value 0.000. In conclusion, there is an effect of providing education using audio visual (video) to housewives on the knowledge of choking handling for toddlers in Pajerukan. It needs to be developed by adding variables and using different research designs and using qualitative research types. Keywords: Audio Visual Education (Video), Knowledge, Handling Choking
The Correlation between Spiritual Care Giving and Nurses’ Competences at Critical Care Units Ramadhan, Muhammad Deri; Pangestika, Destiya Dwi; Fitriana, Nurul Fatwati
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 6, No 2 (2020): VOL 6, NO 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v6i2.27057

Abstract

 ABSTRACTPatients’ complex and critical conditions may influence humans to fulfill their basic daily needs. One nurses’ main task is giving the nursing care based on the patients’ daily needs including spiritual care. However, the critical care nurses only focused on the patients’ physical needs, without paying more attentions to the spiritual care. Many factors may influence the nurses’ competences in giving the spiritual care, including nurses’ perceptions, involvements with the other health workers, spiritual care input as a part of nursing curriculum. Thus, it is greatly important to r reveal the correlation between spiritual care giving and nurses’ competences in developing the spiritual care to the patients. This study aims at revealing the correlation between spiritual care giving and nurses’’ competences at critical care units. This quantitative non experimental research employed a cross sectional design. Seventy seven critical care nurses at the intensive care units participated in this research and two research instruments consisting of Spiritual Care Giving Scale (SCGS) and Spiritual Care Competence Scale (SCCS) were employed. The data were then bivariately analyzed to reveal the nurses’ perceptions on spiritual care. The research results showed that spiritual care giving and nurses’ competences had a strong correlation. Each domain in spiritual care giving scale had a strong correlation with nurses’ competences.   ABSTRAK Kondisi pasien kritis yang komplek dapat menganggu terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. Fokus perawat dalam merawat pasien adalah dengan memberikan asuhan keperawatan yang berdasar pada kebutuhan dasar manusia dimana salah satu kebutuhan dasar manusia yang juga harus dipenuhi adalah kebutuhan spiritual. Namun, kenyataannya perawat dalam memberikan perawatan kepada pasien hanya berfokus kepada perawatan medis dan fisik saja, tanpa melakukan pendekatan secara spiritual. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kompetensi perawat dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien seperti persepsi perawat, keterlibatan dengan multidisiplin lain, melibatkan materi spiritual dalam kurikulum keperawatan. Berdasarkan paparan di atas, maka penting untuk dilakukan kajian mengenai hubungan kompetensi perawat dengan pemberian perawatan spiritual. Jika hal tersebut sudah dapat diketahui, maka ruangan intensif akan lebih mudah dalam mengembangkan bentuk pemberian kebutuhan spiritual pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi perawat dan pemberian perawatan spiritual pada perawat kritis. Jenis  penelitian  yang  digunakan  adalah  penelitian kuantitatif korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Unit Rawat Intensif sebanyak 78 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Spiritual Care Giving Scale (SCGS) dan Spiritual Care Competence Scale (SCCS). Pada penelitian ini, data dianalisis secara bivariat untuk mengetahui hubungan kompetensi perawat dan pemberian perawatan spiritual. Secara umum, pemberian perawatan spiritual mempunyai hubungan yang kuat dengan kompetensi perawat (r=0.619) dimana setiap domain dalam Spiritual Care Giving Scale (SCGS) mempunyai hubungan yang kuat (p value 0.00) dengan kompetensi perawat dalam memberikan perawatan spiritual. Hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi perawat tentang perawatan spiritual dapat mempengaruhi bagaimana pemberian perawatan spiritual kepada pasien. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan intervensi berupa pelatihan pemberian perawatan spiritual untuk perawat agar dapat diaplikasikan di rumah sakit.
Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Audio Visual (Video) pada Ibu terhadap Pengetahuan Penanganan Tersedak Balita Indri Mulyani; Nurul Fatwati Fitriana
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 8 No 2 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmu.v8i2.885

Abstract

Choking can result in death if handled inappropriately. The accuracy of handling is based on sufficient knowledge. Lack of knowledge for mothers who have toddlers in handling choking results in mothers under five still wrongly handling choking. To find out the effect of providing education using audio visual (video) to housewives on the knowledge of toddler choking handling, to find out differences in maternal knowledge before and after it is done education using audio visual (video). This study used a pre-experimental design technique with a one group pre-test-post-test design approach. Data collection using a questionnaire and data analysis using the Wilcoxon test. The results showed that the average value of knowledge obtained by 69 respondents before being given audio-visual education (video) was 15.06, with a minimum value of 6 to a maximum of 19, and after being given audio-visual education (video) was 18.00, with a minimum value. 12 maximum 21. The results of bivariate analysis using the Wilcoxon test obtained p value 0.000. In conclusion, there is an effect of providing education using audio visual (video) to housewives on the knowledge of choking handling for toddlers in Pajerukan. It needs to be developed by adding variables and using different research designs and using qualitative research types. Keywords: Audio Visual Education (Video), Knowledge, Handling Choking
Optimalisasi Kemampuan Penanganan Cedera Rumah Tangga dengan Metode Pemberian Booklet pada Warga Karang Rau Purwokerto Nurul Fatwati Fitriana; Mustiah Yulistiani
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini sebagai perwujudan dari LPPM UMP dan Fakultas Ilmu Kesehatan dalam mendukung gerakan masyarakat sehat. Kegiatan ini dilakukan di desa Karang Rau pada tanggal 17 Januari 2019. Secara umum kegiatan ini dilakukan untuk sosialisasi penanganan kegawatdaruratan cedera rumah tangga yang biasa terjadi pada kehidupan sehari-hari. Target khusus kegiatan ini adalah untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh cedera rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan adalah penyuluhan menggunakan booklet, ceramah dan praktik pada responden serta dievaluasi menggunakan kuesioner pre dan post test. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang penanganan cedera rumah tangga.
Baby Shark Safety Song Sebagai Sarana Pengenalan Dini Bystander Anak Pada Kejadian Henti Jantung Nurul Fatwati Fitriana
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesia Journal of Community Deducation
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan perwujudan dari LPPM UMP dan Fakultas Ilmu Kesehatan dalam mendukung gerakan masyarakat sehat dan siaga. Kegiatan ini dilakukan di desa Karang Rau pada tanggal 10 dan 17 Januari 2021. Kegiatan pengabdian untuk masyarakat ini dilakukan untuk mengenalkan penanganan kegawatdaruratan henti jantung yang diajarkan kepada anak-anak usia sekolah. Tujuan khusus kegiatan ini adalah untuk mengurangi angka angka kesakitan dan angka kematian yang disebabkan oleh kejadian henti jantung. Metode yang digunakan dalam untuk mencapai tujuan adalah dengan memperkenalkan tanda serta bagaimana pertolongan pertama pada kejadian henti jantung yang bisa dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Selain itu, dilakukan juga simulasi menggunakan media phantom inovasi prejaru (phantom resusitasi jantung paru). Setelah itu peserta praktik menggunakan phantom prejaru serta dievaluasi menggunakan kuesioner pre dan post test. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang pelaksanaan resusitasi jantung paru. Selain tu, peserta juga mampu mengenali tanda-tanda awal kejadian henti antung.  
Hubungan Rensponse Time Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Toni Akhirul; Nurul Fatwati Fitriana
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2020: JKM EDISI KHUSUS SEPTEMBER 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v0i0.5332

Abstract

Background: Emergency is a clinical condition of patients who need immediate medical treatment. Response time is the alacrity in treating the patients done by health workers from patients' arrival at the hospital to patients treatment. Response time with standardized treatment alacrity can be a good process of service so the patients will be satisfied.Aim: To find out the correlation between the response time of Emergency Department service and patients' satisfaction level in Wijayakusuma Hospital of Purwokerto.Method: This research used a quantitative method with a cross-sectional observational design. The 94 samples were taken using a purposive sampling technique. The data were collected using a questionnaire and response time observation sheets and analyzed using the Sommersd test.Results: The results from the response time of Emergency Department service of Wijayakusuma Hospital of Purwokerto were fast (81.9%) and slow (18.1%).The patients' satisfaction level showed very satisfied (81.9%), satisfied (6.4%), and not satisfied (11.7%) toward the Emergency Department service. The analysis results between response time and satisfaction level using the Sommersd test showed sig value was 0.001 (p 0.05) and the coefficient correlation value was 0.654 which meant there was a correlation between the response time of the Emergency Department service and patients' satisfaction level with strong correlation power.Conclusion: There was a correlation between the response time of Emergency Department service and patients' satisfaction level with strong correlation power.
Pengaruh Penkes Dan Simulasi P3K Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Menangani Cedera Ankle Strain Pada Anggota Taekwondo Iffah Khairunnisa; Nurul Fatwati Fitriana
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2020: JKM EDISI KHUSUS SEPTEMBER 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v0i0.5221

Abstract

ABSTRAKKeywords:Cigarette Consumption, Teenage Students Nutrition StatusObjective: to know the effectof health education and simulation of handling ankle strain.Method: This was a quantitative research with a pre-experimental design and one group pre-test-post-test approach. The population and sample in this study amounted to 37 respondents who were taken using an accidental sampling technique.Results: The average score of knowledge obtained from 37 respondents before given health education was 8.97 and it became 15.03 after the health education was done. The average score of the skills before and after doing the simulation was 4.97 and 8.97 respectively. Wilcoxon test results on the knowledge variable indicated that Z value 5,331 and p value = 0.001, while that on the skill variable showed that Z value 5,391 and p value = 0,000. There are differences in respondent's knowledge and skills before and after health education and simulation.Conclusion: There is an effect of health education and the simulation of first aid on the knowledge and skills of Taekwondo members
Gambaran Pengetahuan Pertolongan Pertama Keracunan Makanan Nurul Fatwati Fitriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2260

Abstract

Keracunan makanan merupakan sakit yang disebabkan oleh mengkonsumsi makanan yang diduga mengandung cemaran biologis atau kimia. Penyakit akibat keracunan makanan turut meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas seluruh dunia. Pengetahuan terhadap pertolongan pertama keracunan makanan merupakan hal yang penting untuk mengurangi efek negatif keracunan makanan . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan keracunan makanan berjumlah 14 soal. Analisis data menggunakan analisis univariat. Dari 79 responden penelitian, nilai rata-rata pengetahuan responden adalah 8,78, dengan nilai minimal 5 dan nilai maksimal 14. Hasil yang didapatkan bahwa mayoritas responden mengetahui definisi keracunan, tanda dan gejala keracunan, dan penatalaksanaan keracunan
PENGARUH PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN ANGGOTA PMR BHARAKU SMK NEGERI 1 KUTASARI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) Mutia Oktafiani; Nurul Fatwati Fitriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i1.3860

Abstract

Cardiac Arrest adalah kondisi dimana hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba untuk memompa darah keseluruh tubuh. Resusitasi Jantung Paru (RJP) terbukti dapat mengembalikan fungsi jantung dan dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang BHD salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan dengan metode audiovisual yaitu metode pembelajaran yang tidak monoton dengan menampilkan video ilustrasi kasus dan langkah-langkah tindakan BHD sehingga tidak menimbulkan rasa bosan dan dapat menambah minat untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan metode audiovisual tentang BHD terhadap pengetahuan anggota PMR Bharaku SMK Negeri 1 Kutasari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif pre-experiment dengan menggunakan rancangan penelitian berupa one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 responden dengan teknik simple random sampling. Terjadi peningkatan sebanyak 52 responden dari 32 responden, memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan pembelajaran audiovisual. Diperoleh p-value Pretest (0,000) dan Post-Test (0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh tidak terdistribusi normal, karena p-value < 0,05. Sehingga uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank diperoleh p-value 0,000 (<0,05) yang artinya Ha diterima. Terdapat pengaruh pembelajaran dengan metode audiovisual tentang BHD terhadap pengetahuan anggota PMR Bharaku SMK Negeri 1 Kutasari.
EDUKASI CARA MEMAKAI, MELEPAS, MEMBUANG MASKER SEKALI PAKAI DAN PENJELASAN PENTINGNYA VAKSIN COVID-19 PADA ANAK SD Nurul Fatwati Fitriana; Jumiati Riskiyani Dwi Nandia; Atika Dhiah Anggraeni; Suci Ratna Estria; Abdul Hakim Nitiprojo; Destiya Dwi P
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.4573

Abstract

Since March 2020, Indonesian has become one of  the countries on the list of the spread of the Covid-19 virus pandemic. This has an impact on the education sector. Elementary school age children are one of the age groups that are vulnerable to the Covid-19 virus and Indonesia in of the countries with the highest child Covid-19 death rate in the world. The year 2022 is known as the normal area. The Ministry of Education and Culture gives regional authority to hold limited face-to-face meetings while continuing to carry out health protocols. One of health protocols implemented is wearing a mask. Health education that is often done is wearing the right mask, but for education what do and don’t while wearing mask, removing the mask and disposing of the mask properly is still rarely done. The use of masks and proper treatment of mask contribute to breaking the chain of the spread of the Covid-19 Virus. This activity aims to provide education on the importance of mask management, mask removal, and mask disposal. The method used is counseling and joint simulation. Students who take part in the activity give a good response by paying attention and participating in the activity.   Keyword : COVID-19, Mask, Vaccine