Ketika mencermati interaksi sosial antarmasyarakat, kita tidak bisa menafikan hadirnya pengaruh bingkai agama sebagai dasar berfikir dan bertindak masyarakat. Tidak jarang benturan antarmasyarakat dengan dalih perbedaan agama dan paham keagamaan memunculkan konflik multisegi sebagai imbas dari globalisasi dan “migrant labour” di mana setiap orang mulai mencari penghidupan di perantauan yang terkadang berbeda secara SARA dengannya. Salah satu kendala yang muncul serta menjadi biang konflik masyarakat majemuk ialah kerendahan pemahaman akan multikulturalisme yang berimbas pada ketidakluasan dan ketidakluesan dalam berfikir dan bertindak, yang pada akhirnya mereduksi etika-etika sosial yang sebenarnya fitrah dari Tuhan. Tulisan ini merupakan studi kepustakaan yang berfokus pada bidang etika dan multikulturalisme dalam dunia pendidikan tinggi yang harus disadari betul baik teori maupun aplikasinya. Oleh sebab itu, tulisan ini mengulas secara kritis tentang konsep pendidikan etika dan multikulturalisme pada para mahasiswa sebagai calon tokoh masa depan agar mampu berlaku secara baik di ruang publik, media sosial, serta keluarga ketika sedang atau telah berproses di perguruan tinggi.
Copyrights © 2022